Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Gadis itu terduduk dan menatap sang kekasih dengan pandangan terkejut.
Sejak kapan kamu bisa bertindak seperti ini, Hyun? Apa Giselle―? Apa kalian― apa selama tiga hari ini―? Mau tidak mau Sia menjadi berpikir berlebihan setelah tindakan asing yang Hyunjin lakukan padanya.
"Sia― bekas ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Kata Hyunjin tampak gugup dan semakin cemas.
"Memangnya apa yang aku pikirkan, Hwang?" Tanya Sia pelan.
Hyunjin terdiam sebentar. Pria itu menelan ludahnya dengan susah payah sebelum akhirnya kembali membuka mulutnya.
"Malam itu Giselle―"
Sia menghela nafas berat sambil memejamkan matanya, berusaha tidak kehilangan akal sehat.
"Dia― dia tiba-tiba masuk ke dalam kamarku malam itu. Lalu mendekat dan akan mencium bibirku. Namun aku menghindarinya, Sia." Jelas Hyunjin.
Gadis itu lalu membuka matanya, melihat kesungguhan dari penjelasan sang kekasih.
"Tapi karena tubuhnya yang terjatuh dan berada diatasku, aku tidak bisa menghindar sepenuhnya. Apalagi dengan bathrobe yang aku kenakan―"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sia lalu membelalakkan matanya, cukup terkejut dengan ucapan sang kekasih― membuat Hyunjin kembali menutup mulutnya, sadar jika dia salah bicara.
"Aku sudah berusaha untuk mendorong tubuhnya selagi aku mendongakkan kepala, menghindari bibirnya yang sudah siap menciumku. Namun bibirnya malah menempel dan mengecup leherku― lalu membuat tanda ini."
Sia kembali mengingat suara decapan yang tiga hari ini terus terngiang-ngiang di kepalanya.
"Saat itu aku bisa mencium aroma alkohol yang kuat dari bibirnya, membuatku yakin jika Giselle sedang mabuk berat."
"Beruntung suara panggilanmu malam itu membuatku tersadar― seakan mengingatkanku agar Giselle tidak kembali menjadi alasan kesalahpahaman kita. Karena itu aku langsung mendorong tubuhnya, membuatnya agar berbaring diatas ranjang."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Namun karena dia terus berontak akhirnya Giselle terjatuh ke lantai. Aku tidak mengira jika dia akan kehilangan keseimbangan seperti itu."
"Saat aku melihat lagi keadaannya, tangannya memerah dan memar― mungkin karena benturan keras saat dia terjatuh. Membuatku terkejut dan merasa bersalah."