Chapter 44 🔞

14 6 0
                                        

Gadis itu berjalan beriringan dengan sang kekasih menghampiri mama, papa dan kak Chan yang terlihat sedang berpamitan dengan beberapa paman dan juga bibinya. Sebagian keluarga sudah pulang, sebagian lagi masih menetap― menghabiskan waktu hingga pergantian hari seperti biasanya.

"Loh kamu pulang, Hyun? Paman kira kamu akan menginap." Canda salah satu paman Sia yang langsung mendapatkan tawa keluarga lainnya.

"Iya― Kenapa tidak menginap? Tante dengar rumahmu jauh dari sini." Celetuk bibi Sia.

"Sia lebih suka mengobrol sambil menemani Hyunjin menyetir daripada bersama namun harus berdiam diri di kamar terpisah." Sia ikut bercanda dengan keluarganya.

"Betul juga. Kalau begitu segeralah menikah agar bisa mengobrol di atas ranjang." Balas bibi Sia yang semakin membuat Hyunjin memerahkan telinganya.

Sikap ramah keluarga Sia membuat Hyunjin bahagia namun juga canggung di saat bersamaan. Pria yang belum bisa mengekspresikan perasaannya itu merasa kewalahan dengan godaan dan juga gurauan keluarga Sia, membuatnya hanya bisa tersenyum kikuk.

Beruntung kak Chan yang paham situasi Hyunjin mendekat dan menepuk punggung kekasih adiknya itu, memberi sedikit ketenangan.

"Sering main kesini ya, Hyun. Mama dan papa akan menyambutmu dengan baik."

"Lagipula kalian masih bisa mengobrol dan melukis bersama di studio lukis Sia." Kata mama Sia pada Hyunjin, yang hanya di balas dengan senyuman tersipu malu si pria.

"Sudah melihat semua ruangan di lantai pribadi Sia?" Tanya Chan kemudian.

"Sudah kak." Jawab Hyunjin.

"Sudah― tapi dia belum masuk ke kamar." Ucap Sia sambil mengalungkan tangannya pada lengan Hyunjin.

"Berarti Hyunjin harus sering-sering ke sini agar bisa masuk ke kamar Sia." Canda sang paman yang membuat semua orang kembali tertawa.

Sia tampak sangat bahagia saat melihat paman, bibi dan juga kedua orang tuanya tertawa bersama. Sikap ramah dan terbuka yang keluarganya ciptakan pada Hyunjin itu membuatnya merasa jika keluarga besarnya memang sangat menyayanginya dan juga mempercayainya, mengingat beberapa dari mereka sangat mengenal keluarga calon dari perjodohannya dulu.

"Tapi bukan hanya Sia, papa dan mama juga ingin mengenal Hyunjin lebih dekat. Dan― bukankah lebih baik jika kamu mengenal calonmu langsung dari kedua orangtuanya, kan?" Ujar papa Sia, menggoda kekasih anak gadisnya itu.

Hyunjin semakin tersipu malu saat dia merasakan atensi dan sikap terbuka dari orang tua Sia padanya.

"Benar Hyun. Kamu harus belajar tips dan trik mengenai Sia. Meski terlihat polos, anak semata wayang keluarga Yoon ini punya banyak pemikiran yang kadang tidak bisa di mengerti orang dewasa." Celetuk salah satu paman Sia yang membuat mereka semua bingung dengan maksud pria paruh baya itu.

"Kalian ingat kan, saat Sia dan Seungmin membuat kegaduhan saat perayaan ulang tahun perusahan beberapa waktu lalu?"

"Oh― benar. Saat mereka mengelabuhi salah satu petugas hotel―"

"Mereka bukan petugas resmi, tante. Pria itu residivis, dia berniat memasang kamera di dalam kamar hotel. Jadi aku dan Seungmin berinisiatif untuk menangkapnya dengan memergokinya saat dia memasang kamera di dalam AC." Ucap Sia berusaha menjelaskan.

"Kamu bisa memanggil staf hotel atau setidaknya memberitahu paman dulu, Sia. Sebagai kepala kepolisian aku sangat terkejut saat tahu kalian berada di dalam kamar dan mengikat pria besar itu di tirai jendela."

"Maaf― tidak terpikirkan, paman." Kata Sia yang membuat paman dan bibinya tertawa.

"Itu hanya bagian kecil dari kelakuan random Sia dan Seungmin, Hyun. Jika kamu ingin mengetahui semuanya mungkin satu hari tidak akan cukup."

Love UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang