Chapter 35

11 6 0
                                        

Sudah tiga hari Hyunjin tidak bisa menghubungi Sia. Ponsel kekasihnya itu kembali tidak aktif seperti sebelumnya. Bahkan gadisnya itu tidak datang ke kampus.

Absennya Sia beberapa hari ini hanya di ketahui pihak dosen dan kemahasiswaan. Katanya Yoon Sia sedang ijin dan tidak memberitahukan perihal alasannya. Teman-temannya pun menanyakan kabar Sia pada Hyunjin, yang pada kenyataannya juga tidak mengetahui ketidakhadiran kekasihnya itu.

Pria itu melamun lagi di dalam kelas seninya.

Biasanya pada kelas siang seperti ini, Sia akan menuliskan pertanyaan konyol atau sekedar menggambarkan titik kecil yang akhirnya mereka gabungkan menjadi gambaran utuh pada sebuah kertas.

Namun sekarang, gadisnya itu masih belum bisa dihubungi. Ratusan chat dan panggilannya tidak terhubung- semakin membuat Hyunjin frustasi.

Apakah gadisnya itu terlalu sibuk dengan acara keluarganya hingga tidak bisa masuk kuliah? Tapi Sia-nya bukan tipe mahasiswa yang akan membolos hanya karena alasan seperti itu.

Bahkan saat persiapan yang menguras waktunya selama ini, Sia selalu datang ke kampus dan tidak pernah absen. Karena kekasihnya itu selalu ingin bertemu dengannya dan selalu mengatakan bahwa dia merindukannya, setiap hari.

Meski tidak bisa bertemu seharian, Sia akan menyempatkan waktu walau hanya untuk menghubungi atau sekedar mengirim pesan ke Hyunjin.

Karena itu― saat ini, Hyunjin begitu khawatir.

Kenapa Sia-nya sama sekali tidak ada kabar? Apakah Sia sangat marah dan memutuskan hubungan mereka sepihak setelah malam itu?

Hyunjin semakin tak tenang. Kelas sudah usai dan pria itu masih duduk terdiam sambil menatap kosong meja di depannya.

Padahal malam itu, Hyunjin hanya bersikap sopan dan baik pada Giselle yang merupakan tamu keluarganya.

Seharusnya Sia paham akan hal itu.

Bahkan pagi harinya Giselle sudah meninggalkan rumah tanpa pamit pada Hyunjin. Bukankah itu berarti semalam dia benar-benar mabuk dan butuh tempat menginap? Entah mengapa gadisnya itu terlalu cepat salah paham tentang Giselle. Pikir Hyunjin semakin tidak tenang.

Pria itu kembali membuka ponselnya dan men-scroll chatnya dengan Sia.

🖤🤍

Sia

Hati-hati dijalan

Kabari aku jika sudah di rumah

Aku menunggumu

(Terkirim)

🖤🤍

Sia?

Sudah dirumah? Ini sudah larut malam, mengapa belum memberi kabar?

Kamu baik-baik saja kan?

(Pending)

🖤🤍

Sia?

(Pending)

🖤🤍

Yoon Sia,

My Princess?

(Pending)

🖤🤍

Sia?

Dimana?

Kamu tidak masuk kuliah?

(Pending)

🖤🤍

My Princess? Apa kamu baik-baik saja?

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang