Sia merasa dirinya begitu berantakan.
Perasaan sakit hati akibat hantaman kejadian bertubi-tubi yang Hyunjin lakukan membuat gadis itu merasakan perasaan sesak yang menyiksa.
Air mata mengalir di pipinya meski Sia masih berusaha untuk tersenyum― mencoba baik-baik saja di depan Seungmin meski tidak membuat pria itu mengendurkan genggaman tangannya.
Ucapan dan usapan lembut Seungmin mampu membuat rasa sesak yang menyakitkan itu berangsur mereda meski masih berbekas sakit.
Sia melihat ponselnya, menunjukkan angka 03.25.
Kurang dari tiga jam lagi, dia harus terbang ke Jeju. Namun perasaannya tidak tenang sebelum Hyunjin menghubunginya dan menjelaskan apa yang terjadi pada kekasihnya itu atau setidaknya―
/Tingggg
Terdengar nada notifikasi dari ponsel Sia, membuat si gadis bergegas membuka pesannya― melepaskan kaitan tangan Seungmin.
My Prince
Aku baik-baik saja.
Pesan singkat yang dikirimkan Hyunjin itu membuat rasa sesak dalam hati Sia menghilang, menenggelamkan rasa kalutnya. Sekarang hanya tersisa rasa gelisah dan juga penasaran akan keadaan gadis jepang itu― Giselle.
Sia memikirkan balasan pesan apa yang tidak membuat Hyunjin-nya mengkhawatirkannya, pesan apa yang mungkin bisa meredakan perasaan panik sang kekasih yang terjaga hingga jam tiga pagi itu. Namun―
/Tingggg
Suara notifikasi pesan yang kembali masuk itu memecahkan keheningan dalam mobil yang dikendarai Seungmin. Diamnya Sia setelah menerima pesan pertama membuat si pria sesekali menolehkan wajahnya, melihat keadaan gadis di sampingnya yang semakin terlihat gelisah dan tidak kunjung membaik meski mendapat pesan berikutnya.
My Prince
Sepertinya aku tidak bisa menemanimu di penerbangan pagi ini.
Ku usahakan akan segera menyusulmu.
NYUT
Pesan terakhir Hyunjin itu membuat perasaan sakit yang menyesakkan kembali terasa menyiksa.
Ada apa Hyun? Kenapa kamu memilih menemaninya daripada aku yang sudah menantikan liburan pertama kita? Kenapa memilih membatalkan menemaniku yang sudah jelas sangat membutuhkanmu? Kenapa membuatku gelisah disaat aku sudah memberi seluruh percayaku pada janjimu? Kenapa kamu memilih bersamanya yang jelas-jelas berusaha merusak hubungan kita? Kenapa kamu memilihnya daripada aku― kekasihmu?
Pikiran Sia menjadi tidak tenang. Bayangan ketika Hyunjin dan Giselle keluar dari gerbang rumah sang kekasih, penampakan Hyunjin yang menggendong tubuh Giselle― bahkan kejadian lalu yang menyakitkan saat Giselle berpura-pura mabuk dan menyisakan pertengkaran diantara mereka membuat Sia langsung berusaha menghubungi sang kekasih.
Memanggil My Prince...
Gadis itu ingin mendengar penjelasan Hyunjin, alasannya yang lebih memilih bersama dengan Giselle daripada berlibur dengannya. Mendengarkan suara ambigu menyakitkan yang membuatnya nekat berkunjung ke rumah Hyunjin di tengah malam.
Memanggil My Prince...
Atau paling tidak, Sia ingin mendengarkan suara sang cinta pertamanya, suara yang sudah sangat dia rindukan, suara yang mampu menenangkan kegelisahan dan rasa cemasnya saat ini.
Memanggil My Prince...
Namun berkali-kali penggilan Sia itu ditolak. Dering panggilannya hanya bertahan tidak lebih dari tiga detik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Untold
FanfictionDi depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya Itu menyakitkan Aku tak tahu seperti ini adanya Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan Air mata yan...
