Chapter 53 🔞

13 6 0
                                        

Panggilan kesekian dari mama si gadis membuat Hyunjin dan Sia akhirnya ingat waktu.

Padahal rencana untuk melukis bersama yang Hyunjin tawarkan beberapa jam lalu sudah berkali-kali disebutkan, namun mereka berdua masih betah duduk dan saling bersandar di atas sofa sambil bertatap mata dan bergandeng tangan.

"Tunggu― aku akan ganti baju dulu setelah itu kita turun bersama." Pamit Hyunjin yang bergegas masuk ke kamarnya, meninggalkan sang kekasih yang baru saja menutup panggilan dari mama Sia.

Namun bukan Sia jika menurut dan diam ditempat. Gadis itu melihat-lihat sketsa dan lukisan baru Hyunjin yang berada di sudut dinding dan kembali ke tengah ruangan untuk mengamati satu lukisan menyakitkan yang ter-interprestasikan dari perasaan Hyunjin.

 Gadis itu melihat-lihat sketsa dan lukisan baru Hyunjin yang berada di sudut dinding dan kembali ke tengah ruangan untuk mengamati satu lukisan menyakitkan yang ter-interprestasikan dari perasaan Hyunjin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apakah sebegitu menyakitkannya tindakanku saat itu Hyun? Apa kamu juga merasa kesepian― merasa kalut dan gelisah karena jauh dariku? Batin Sia menatap lukisan sang kekasih.

Suara pintu terbuka membuat Sia segera menaruh lukisan Hyunjin. Gadis itu keluar dari studio lukis sang kekasih dan berniat mengejutkan pacar pertamanya itu. Namun lantai dua rumah Hyunjin itu tampak kosong. Sia berpikir mungkin Hyunjin turun untuk mengambil sesuatu, membuat gadis itu ikut menuruni tangga dan melihat beberapa pelayan di rumah itu sedang mengobrol di depan dapur.

Saat tatap mata Sia dan kepala pelayan bertemu, wanita paruh baya itu langsung menyuruh rekan-rekannya berhenti berbicara dan membubarkan diri.

Saat tatap mata Sia dan kepala pelayan bertemu, wanita paruh baya itu langsung menyuruh rekan-rekannya berhenti berbicara dan membubarkan diri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nona Sia, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya kepala pelayan itu.

"Apa Hyunjin sudah turun?" Tanya Sia.

Kepala pelayan itu tampak heran.

Bukankah dari tadi mereka bersama? Bahkan tamu lainnya terlihat keluar rumah tanpa di antar oleh pasangan itu. Apa jangan-jangan Tuan Hyunjin sedang bersama―? Batin sang kepala pelayan Hyunjin.

"Sia?" Panggil Hyunjin sambil menuruni beberapa tangga terakhir, pria Sia itu sudah memakai baju rapi.

"Kenapa kesini? Bukankah tadi aku menyuruhmu menunggu di studio?" Pria itu segera menggandeng tangan kekasihnya, seakan tidak mau berjauhan dengan Sia.

Love UntoldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang