Chapter 36

12 6 0
                                        

"P-Pertunangan? Pertunangan siapa?" Tanya Hyunjin gelisah dan terkejut.

"Bunda tidak tahu. Tapi tidak mungkin— Yoon Sia, kan?" Jawab bundanya.

"Tentu saja bukan, bun!"

"Hyunjin yakin bukan Sia. Bagaimana mungkin dia bertunangan dengan orang lain saat kami masih berpacaran? Mungkin itu adalah acara pertunangan saudara Sia, sepupunya atau kerabatnya yang lain." Yakin Hyunjin lebih pada meyakinkan dirinya sendiri.

Bunda Hyunjin menganggukkan kepalanya seakan menjawab pertanyaan Hyunjin. Namun anaknya itu semakin terlihat resah, membuat dirinya semakin tidak nyaman.

"Kamu pakai saja mobil bunda. Disana ada alamat keluarga Yoon." Ucap bundanya sambil memegang kaki Hyunjin yang bergerak gelisah itu.

Anaknya itu menoleh, masih tampak cemas.

"Jika kamu yakin dengan pilihanmu, percaya pada Yoon Sia, segera kesana dan minta maaflah padanya." Kata bundanya sambil tersenyum pada Hyunjin, berusaha meyakinkan anaknya.

Hyunjin tersenyum dan mengangguk.

Kekasih Sia itu bergegas ke kamarnya. Dia berganti pakaian dan segera melangkah ke studio lukisnya, membawa dua buah canvas kosong dan peralatan melukisnya. Hyunjin berencana melukis bersama dengan Sia di rumah si gadis. Meskipun itu hanya sebagai alasannya, tapi jika memungkinkan dia sudah menyiapkan aktivitas yang menurutnya paling menyenangkan jika bersama Sia-nya.

Hyunjin segara berpamitan dengan bundanya. Setelah itu dia melangkah ke tempat kunci mobil di lemari dekat pintunya lalu bergegas pergi dengan mobil bundanya.

Dia mengemudi menuju rumah Sia seperti yang diarahkan GPS. Selama perjalanan, Hyunjin memikirkan bagaimana baiknya menjelaskan kejadian malam itu pada kekasihnya. Pria itu juga sempat mampir ke toko bunga untuk membeli sebuket bunga mawar merah untuk Sia-nya.

Hyunjin berencana akan memberikan bunga mawar merah itu setelah dia dan Sia berbaikkan. Bunga mawar merah sebagai simbol cinta dan romansa. Yang melambangkan hasrat, cinta yang sepenuh hati dan juga untuk mengungkapkan perasaan cinta yang kuat dan tulus, serta komitmen yang mendalam akan dirinya untuk Yoon Sia-nya.

Setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya rumah Sia sudah di depan mata. Namun Hyunjin malah menghentikan mobilnya. Pria terkejut saat GPS itu menyuruhnya masuk ke kawasan hutan pribadi.

Dia tahu bahwa Sia dari keluarga kaya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dia tahu bahwa Sia dari keluarga kaya. Dari cara gadisnya itu bersikap, pemilihan baju yang dikenakan, design mobilnya dan juga parfum yang Sia pakai, Bacarrat Rouge 540 Extrait. Parfum mewah yang diciptakan oleh pembuat parfum Francis Kurkdjian, yang harganya ditaksir sekitar empat puluh juta rupiah untuk kemasan high-end.

Namun Hyunjin tidak menyangka jika rumah besar dengan hutan pribadi yang sering dia dengar itu adalah rumah keluarga Sia, kekasihnya.

Pria itu sudah menyusuri jalanan disepanjang hutan yang mengarah ke rumah klasik modern berlantai tiga di depannya. Hyunjin merasa bahwa rumah itu tampak tidak asing baginya. Dia lupa apakah dia pernah berkunjung kesana atau hanya pernah melihat di suatu tempat.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang