Chapter 62

12 7 0
                                        

Sudah pukul 14

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah pukul 14.15 PM. Itu berarti kurang dari empat jam lagi perlombaan selesai. Namun Yoon Sia masih terdiam menatap kanvas kosong di depannya.

Gadis itu tidak bisa berpikir sama sekali. Perasaannya dan juga hatinya tidak berada disini. Apalagi setelah mendengar pertanyaan-pertanyaan teman-temannya dan juga ucapan beberapa delegasi yang mengatakan jika mungkin Hyunjin 'lelah' dengannya karena sikapnya yang terlalu blak-blakan sebelum dia memasuki area perlombaan tadi, membuat Sia semakin tidak tenang.

Apakah benar karena Hyunjin lelah bersamaku? Apa itu yang membuatnya lebih memilih untuk bersama dengan Giselle? Pikiran-pikiran buruk menguasai Yoon Sia.

Bayangan Hyunjin dan gadis Jepang di malam itu hadir ketika dia menutup matanya. Perasaan hampa dan menyesakkan timbul saat dia membuka mata dan melihat sekelilingnya. Bau cat yang menyengat dan suara usapan kuas yang khas membuat kepala Sia pusing.

"Nak? Apakah kamu baik-baik saja?" Panggil salah satu pengawas lomba sambil menepuk bahu Sia pelan.

Gadis pucat itu menoleh dan menganggukkan kepalanya, "Saya baik-baik saja, Miss." Kata Sia sambil tersenyum.

"Jika kamu ingin ke toilet atau menginginkan hal lain katakan saja. Saya bisa membantu." Tawar pengawas lomba.

"Kalau begitu, apa saya bisa ke toilet?" Tanya Sia yang mendapat anggukkan dari sang pengawas.

Sia dan pengawas lomba itu berjalan ke arah toilet setelah mendapatkan ijin penyelenggara lomba.

"Jika ada yang hal membuatmu tidak tenang― apapun itu, saya yakin semuanya akan baik-baik saja." Kata sang pengawas sebelum Sia masuk ke dalam bilik kamar mandi.

"Jika kamu sedang menunggu seseorang, yakinlah saat ini dia juga sedang menunggumu. Jika kamu merindukan seseorang, yakinlah jika dia juga merasakan hal yang sama. Itu akan membuatmu lebih tenang." Nasihat ibu pengawas itu.

Sia mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan menenangkan sang pengawas lomba.

Benar sekali. Sebentar lagi Hyunjin pasti datang. Ponselnya tidak aktif karena saat ini mungkin kekasihku sedang dalam penerbangan ke Jeju. Batin Sia berupaya menenangkan dirinya― kembali fokus pada perlombaannya.

Setelah kembali ke area lomba, Sia mengambil nafas perlahan. Waktunya hanya tersisa kurang dari empat jam dan dia harus segera mengisi kanvas berukuran 80 cm x 100 cm didepannya itu.

Para peserta memiliki kesempatan 2 kali untuk mengganti kanvas-nya― hal ini lumrah dilakukan jika waktu lomba hanya di selenggarakan selama beberapa jam, memungkinkan seniman lukis untuk menyempurnakan hasil karyanya.

Tanpa sketsa, tanpa coretan, Yoon Sia mulai mengusapkan kuas dengan tinta hitam pada kanvas putihnya. Menggambarkan perasaannya yang hampa dan kesepian.

 Menggambarkan perasaannya yang hampa dan kesepian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang