Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Hyunjin kembali mendekat ke arah si gadis, berusaha mencari kebenaran dari ucapan Seungmin.
"Sia, apa yang dia bicarakan? Apa kamu―" Perkataan Hyunjin terhenti saat Chan tiba-tiba datang dari sisi lain kamar hotel besar itu.
"Apa apa ini?" Tanya Chan yang baru keluar dari kamar mandi.
Pria yang lebih dewasa daripada ketiga orang yang sedang bersiteru itu tampak terkejut dengan suasana panas dan menegangkan di ruang utama.
Hyunjin yang melihat Chan keluar dari kamar mandi tampak semakin kebingungan.
Ada apa ini? Kenapa ada kak Chan? Apa mereka bertiga tinggal didalam satu kamar selama tiga hari ini? Pikir Hyunjin.
"Kapan kamu sampai, Hyun?" Tanya Chan seakan belum menyadari ketegangan mereka bertiga.
"Baru saja, kak. Aku― aku merindukan kekasihku." Jawab Hyunjin sambil menatap Sia yang menunduk dengan mata merah tampak menahan air mata.
Meski sebenarnya Hyunjin masih bingung mengapa kedua pria itu berada di dalam kamar gadisnya tengah malam seperti ini― Hyunjin menyadari jika dia mungkin telah salah paham.
Dia cemburu sebab Seungmin membukakan pintu kamar kekasihnya, sebab Sia yang memakai piyama couple dengan rambut basahnya― sebab semua pergulatan pikiran dan batinnya karena sulutan keraguan dari ucapan dan tindakan Giselle malam itu yang membuatnya tidak menemui Yoon Sia selama tiga hari ini.
"Huh― merindukan? Setelah kamu meragukan Sia dan aku yang hanya berdua di dalam kamar? Setelah semua ucapan menyakitkan yang kamu katakan?" Kesal Seungmin menggebu yang langsung di hentikan Chan.
Hyunjin merasa sangat bersalah, padahal niatnya ke Jeju dengan penerbangan terakhir itu adalah langkah yang sudah dia pikirkan matang-matang. Perjalanan satu jam lebih itu adalah hasil dari kerinduan mendalam yang menyiksanya selama ini.
Tapi kenapa dia datang hanya untuk menyakiti Yoon Sia lagi?
Tanpa menunggu sang kekasih kembali menatapnya, Hyunjin segera menarik tubuh Sia, memeluk tubuh yang tampak ringkih dengan isak tangis lirih itu. Kekasih Sia berusaha meredam semua emosi yang tadi sempat dia tunjukkan pada kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Maaf― maafkan aku, Sia." Mohon Hyunjin sambil memeluk erat si gadis.
Namun dalam pelukan hangat yang terasa asing itu, Sia hanya terdiam dan menangis― tidak membalas rengkuhan Hyunjin.
Chan yang melihatnya, memilih menjauh dan mengajak Seungmin keluar dari kamar Sia― membiarkan pasangan itu agar saling melepaskan kerinduannya, namun Seungmin menolak.
"Jangan hanya mengucapkan permintaan maaf. Kamu harus menjelaskan semua kejadian malam itu, kejadian yang membuat Sia―" Perkataan Seungmin segera dihentikan Chan.
Pria itu berusaha tidak memperburuk situasi Sia dan Hyunjin yang tampaknya sudah memanas. Chan merasa harus segera membawa Seungmin keluar dari kamar Sia dan memberi ruang untuk gadis itu dan kekasihnya.