Chapter 50

5 6 0
                                        

"Kalau begitu, aku ingin tahu tentang kebiasaan buruk Sia saja." Ucap Hyunjin yang membuat Chan dan Seungmin saling memandang satu sama lain, seolah siap membuka kotak pandora yang telah lama mereka simpan.

"Sia― gadis manja itu―" Kata Seungmin terputus.

"Prince~~~" Panggil Sia yang berjalan cepat mendatangi kursi taman tempat Hyunjin, Seungmin dan Chan duduk.

"Kenapa kalian tidak ada yang mengangkat telepon ku? Aku sudah lama berkeliling mencari kalian." Rengek Sia yang kedatangannya membuat mereka bertiga menoleh dengan ekspresi gelisah sebab gadis yang sedang di bicarakan itu datang dengan raut wajah kesal.

"Ak-Aku―" Hyunjin masih tampak terkejut, pria itu bahkan merogoh saku celana untuk mencari ponselnya.

"Maaf, ponselku dalam mode terbang." Jawab Seungmin santai sambil menunjukkan ponselnya.

Berbeda dengan Chan yang hanya tersenyum sambil melihat Sia yang tampak semakin kesal. Dia langsung menepuk tempat duduk di sampingnya, menyuruh Sia duduk untuk menenangkan diri saat tatap mata mereka bertemu.

Namun Sia segera mengabaikan Chan dan kembali menatap Hyunjin yang masih duduk dan mengecek ponselnya. Pria itu tampak menonaktifkan mode jangan ganggu yang sedari tadi dia gunakan, menyadari 20 panggilan tidak terjawab dan juga 24 pesan yang belum terbaca.

"Hyun― Aku harus berangkat besok pagi ke Jeju." Ucap Sia sambil menangkup wajah kekasihnya, mengarahkannya ke atas agar pandangan mata mereka bertemu.

"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Seungmin terdengar cemas.

"Perlombaan yang aku ikuti ternyata adalah bentuk dukungan dari ARTS Council* yang bekerja sama dengan dohwaseo**― dan karena itu perlombaan yang aku ikuti menjadi bersifat internasional. Akan ada pendataan peserta dan juga pengecekan formalitas sebelum perlombaan, jadi persiapannya harus lebih detail dan matang ." Terang Sia yang baru mengetahui detail mengenai perlombaannya di Jeju besok.

"Prince, kamu bisa ikut terbang besok pagi kan?" Tanya Sia lembut.

Sebenarnya dia tidak ingin membebani sang kekasih dengan ajakannya yang tiba-tiba, namun ini adalah perjalanan pertama mereka sebagai sepasang kekasih jadi Sia harap Hyunjin memaklumi inginnya yang mendesak ini.

Hyunjin tampak diam, dia ragu bisa ikut pergi dengan Sia keesokkan harinya. Namun bibir tebal mengerucut kekasihnya, tatap mata lembutnya dan juga ekspresi menggemaskan Yoon Sia membuat Hyunjin mengangguk― segera meng-iya-kan keinginkan Sia, mengikuti perjalanan pertama mereka sebagai pasangan kekasih.

"Terimakasih sayang~~~" Ucap manja Sia sambil memeluk bahu sang kekasih, sedikit menundukkan tubuhnya.

Gadis yang masih setia memeluk kekasihnya itu menampakkan wajah yang sangat bahagia, berbeda dengan kedatangannya tadi yang tampak begitu cemas dan gelisah. Namun disisi lain, Hyunjin yang tadinya tersenyum saat menyanggupi ajakan Sia sekarang malah terlihat begitu gelisah― seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

"Jika kalian berangkat besok pagi, aku dan kak Chan akan berangkat bersama kalian saja." Kata Seungmin tiba-tiba.

Pria itu memang sangat tidak peka. Seakan-akan tidak mengijinkan Yoon Sia dan Hyunjin bahagia berdua.

Sia yang mendengar itu pun langsung menoleh dengan tatapan kesal, sangat menolak ide Seungmin.

"Bukannya kalian akan berangkat nanti sore? Agenda meeting dengan klien akan dilakukan besok pagi, kan?" Tanya Sia memastikan jadwal Seungmin dan kak Chan.

"Kami bisa menunda rapatnya. Lagipula klien yang kamu sebutkan adalah sepupu jauhku― dia pasti bisa mengerti jika aku lebih mengutamakan berangkat bersamamu daripada harus melakukan penerbangan yang hanya berbeda beberapa jam itu. Sudahlah― kita berangkat bersama saja." Desak Seungmin.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang