Chapter 52 🔞

12 6 0
                                        

"Hyun?" Panggil Sia sambil melangkah ke arah sang kekasih yang tampak melamun dan tidak mendengarkan pertanyaannya sejak tadi.

Sentuhan tangan Sia pada pipi Hyunjin membuat pria itu kembali sadar dari perang batinnya yang masih menggebu. Namun bukannya menimpali panggilan sang gadis, Hyunjin malah menampik tangan Sia dan menatap tajam mata bulat yang tampak terkejut dan berkaca-kaca itu.

"Hyun― ada apa?" Tanya Sia lirih.

Dari suaranya, terdengar gadis itu menahan tangis yang mungkin bisa menetes kapanpun.

Namun Hyunjin hanya menjawab dengan senyuman singkat seakan-akan tidak berniat menjawab pertanyaan Sia.

Kekasihnya itu berpaling dari pandangan si gadis dan mendekati lukisan yang berada di tengah ruangan, lukisan hamparan laut berombak dengan langit mendung yang gelap.

Kekasihnya itu berpaling dari pandangan si gadis dan mendekati lukisan yang berada di tengah ruangan, lukisan hamparan laut berombak dengan langit mendung yang gelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lukisan ini adalah perasaanku saat Sia selalu menghilang dan tak ada kabar." Kata Hyunjin memecah keheningan, membuat ketiga orang lainnya disana melihat lukisan yang Hyunjin maksud.

"Apa kamu tahu― bagaimana rasanya aku hampir mati karena gelisah menunggu kabar darimu?" Tanya Hyunjin sambil menatap ke arah si gadis yang juga menatapnya dengan pandangan bingung sebab perubahan sikap sang kekasih.

"Aku kalut, Sia. Aku tidak tenang. Aku hampa. Aku―" Ucap Hyunjin yang mengebu-gebu terpotong oleh pelukan sang kekasih yang langsung menghangatkan tubuhnya, memberi sensasi mendebarkan yang menenangkan.

"Maafkan aku Hyun―" Sia dengan isak tangisnya mengulang permintaan maaf sambil mengelus lembut punggung Hyunjin.

Sebenarnya kekasih gadis itu ingin bertanya banyak hal tentang hubungan yang berkedok teman masa kecil antara Sia dan Seungmin. Namun bibirnya kelu, dia takut jika apa yang dia pikirkan benar terjadi, sedang rasa ragunya semakin menjadi. Membuat rasa sesak yang menyakitkan hanya dengan memikirkan sedekat apa kekasihnya dan Seungmin selama ini.

"Sia― apa kamu benar mencintaiku?" Tanya Hyunjin akhirnya.

"Apa memang hanya diriku?" Tanyanya lagi dengan nada penuh penekanan.

Gadis yang masih terisak itu perlahan melepaskan dekapannya, dia menyadari perubahan sikap Hyunjin yang tiba-tiba, dia mencemaskan raut wajah Hyunjin yang mendadak sendu dan tampak marah.

Sejujurnya Sia masih tidak tahu alasan mengapa kekasihnya itu masih menanyakan hal yang sudah sangat jelas jawabannya. Pertanyaan yang seolah-olah membenarkan keraguan Hyunjin yang masih belum bisa menyakini perasaannya pada Sia.

Dengan tangan yang masih bergetar sebab penolakan tangan Hyunjin sebelumnya, Sia memberanikan diri untuk kembali menyentuh pipi sang kekasih.

"Aku mencintaimu, Hyun. Hanya kamu." Jawab Sia berusaha meyakinkan ragu Hyunjin.

Pria itu menunduk menatap gadis dengan mata basah yang selalu membuatnya berdebar, satu-satunya gadis yang mampu membuatnya merasa tidak karuan.

Dari tatap mata tulus Sia yang selalu bisa meluruhkan segala keraguannya.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang