Kaki Yoon Sia semakin lemas, badannya bergetar hebat sebab deru jantungnya yang terpacu sangat kencang, bahkan manik matanya mengeluarkan air mata tanpa gadis itu sadari.
Hyunjin dan― Giselle? Jadi suara perempuan yang dia dengar―? Suara decapan bibir dan desahan itu― milik Giselle? Pikir Sia yang berusaha meredakan kegelisahannya dan juga gemetar pada tangannya.
"Sia?" Panggilan lembut Seungmin menyadarkan lamunan si gadis.
Gadis itu menarik nafasnya dalam yang saat ini terasa sangat menyakitkan dan menghembuskannya kasar, Sia juga mengusap pipinya yang basah akibat air mata yang tiba-tiba menetes dan duduk di kursi pengemudi dengan benar.
Pria di sampingnya hanya menatap dengan diam tanpa kata dan tanpa tanya, seakan menanti dirinya tenang.
Sia dengan pikirannya yang semakin merumit dan juga jantungnya yang berdetak kencang hanya bisa memejamkan matanya, mencoba memilah baik dan buruk tindakan yang akan dia lakukan. Gadis itu kemudian melihat mobil Hyunjin yang semakin menjauh dari kaca spion tengah mobilnya dan mengalihkan pandangannya ke ponsel yang sedari tadi dia genggam.
Seungmin yang berada di sebelah Sia melihat gadis itu membuka layar chat-nya dengan Hyunjin. Sia terlihat hanya menatap layar ponsel itu selama beberapa saat sebelum menarik nafas dalam dan meng-klik tombol panggilannya.
Sia menunggu beberapa saat hingga ada nada sambung dari nomor yang Hyunjin.
Syukurlah sudah kembali aktif. Batin Sia lebih tenang meski saat ini gadis itu meremas sisi jaket Seungmin.
/Tuuutttt
/Tuuutttt
/Tuuutttt
/Tuuutttt
Sia menunggu sang kekasih menerima panggilannya dengan khawatir dan gelisah hingga tanda sadar gadis itu menahan nafasnya.
/Klik
"H-Hyun?" Panggil Sia lembut begitu panggilannya tersambung.
Gadis itu berusaha tenang meski suaranya terdengar sangat gugup.
Belum ada jawaban apa-apa dari Hyunjin, yang bisa Sia dengar hanya suara nafas dan keheningan.
"Kamu― Kamu baik-baik saja?" Tanya Sia yang semakin tersiksa setelah beberapa saat Hyunjin-nya masih terdiam.
Kenapa diam saja, Hyun? Kenapa tidak menjelaskan? Aku mengkhawatirkanmu. Batin Sia.
Namun di sisi lain, Hyunjin yang tanpa sengaja menerima panggilan Sia saat sedang berusaha menghubungi orang tuanya itu terlihat panik dan juga cemas.
Kenapa Sia belum tidur? Kenapa dia terdengar sangat gugup? Apa dia melihat Giselle masuk ke kamar ku? Apa Sia mendengar sesuatu? Batin Hyunjin yang resah.
Berbeda dengan Seungmin yang terdiam di sisi Sia yang gelisah, Giselle tampak tersenyum dengan mulut yang dia tutupi agar tidak mengeluarkan suara. Bahkan gadis itu telihat cekikikan tanpa suara di samping Hyunjin yang panik.
"Sudah mau tidur ya?" Tanya Sia dengan suara tercekat, membuat Seungmin bingung dan mengernyitkan dahinya.
Gadis itu hanya tidak ingin Hyunjin gelisah sebab panggilannya di jam dua malam itu. Dia tidak mau sang kekasih panik karena saat ini Hyunjin sedang mengemudi.
Diamnya Hyunjin saat ini memberikan kesan jika dirinya tidak sengaja menekan panggilan Sia dan akan menjadi aneh jika panggilannya tiba-tiba terputus, maka diam adalah satu-satunya cara agar si gadis bisa mematikan panggilannya.
"Baiklah, prince. Kalau begitu selamat tidur yaa."
"Aku― Aku hanya mencemaskanmu karena tiba-tiba panggilan kita tadi terputus dan―" Sia masih berusaha berbicara dengan lembut dan tenang, dia masih mencari pertanyaan maupun pernyataan apapun yang bisa membuat Hyunjin mengatakan sesuatu. Namun dia tidak bisa tetap berpura-pura tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Untold
FanfictionDi depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya Itu menyakitkan Aku tak tahu seperti ini adanya Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan Air mata yan...
