Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Lumatan basah yang Hyunjin berikan, sentuhan menggetarkan dari lidah si pria dan juga hembusan nafas yang menghangatkan pipi Yoon Sia membuat gadis itu hanya bisa pasrah dalam tindihan tubuh sang kekasih.
Dan rasa sakit dari cengkeraman erat tangan Sia di lengan si pria yang mulai terasa, membuat Hyunjin memutuskan kaitan bibir mereka― menghentikan remasan tangan si gadis.
"Aku masih tidak suka kamu menyebut namanya. Apakah aku egois? Apakah aku terlalu cemburuan?" Tanya Hyunjin dengan bibir basah yang kontras dengan tatapan gelisahnya.
Sia yang sudah melupakan alasan sang kekasih memberikan ciuman memabukkan itu langsung tertawa dan menutupi wajahnya yang memerah― malu sebab dia tampak begitu menikmati sensasi baru berciuman dengan sang cinta pertama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang~~ Jawab―" Rengek Hyunjin sambil memeluk tubuh yang masih dia tindih itu― tidak paham jika gadisnya saat ini masih memikirkan sentuhan lembut lidah basahnya.
"Tidak akan terjadi apa-apa antara aku dan Seungmin." Suara lirih Sia teredam kedua tangannya sendiri, membuat Hyunjin mendekatkan telinga― memastikan jawaban sang kekasih.
"Katakan dengan benar agar aku tidak salah paham." Pinta Hyunjin sambil menarik pergelangan tangan Sia lalu menyandarkan kepalanya pada bahu si gadis.
"Tidak akan terjadi apapun antara aku dan Seungm― dan dia. Aku bisa janjikan dan pastikan itu, Prince."
"Kami hanya― kami hanya memiliki hubungan yang sangat dekat dan― sangat baik. Hanya itu. Tidak akan ada percikan apapun, seperti perasaanku padamu." Kata Sia yang langsung membuat Hyunjin tersenyum lebar dan mengecup pipi si gadis.
Entah mengapa dia merasa menang meski nyatanya mereka tidak sedang bertanding apapun.
Ketegasan Sia tentang hubungannya dengan Seungmin membuat Hyunjin sangat lega dan merasa tenang.
Padahal aku bisa langsung bertanya pada Sia. Kenapa aku harus mendengarkan perkataan gadis mabuk itu dan membuatku overthinking? Sesal Hyunjin dalam hati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pria itu lalu memeluk gadisnya semakin erat, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sia― tempat tercandunya dengan aroma yang memabukkan.
"Tapi seharusnya kak Chan yang―" Penjelasan Sia terhenti saat Hyunjin langsung menegakkan tubuhnya dan terduduk diatas ranjang.