Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
"Sia? YOON SIA!" Suara teriakan Seungmin terdengar hingga ke dalam kamar utama si gadis.
Membuat Hyunjin langsung berdiri dan mendengus kesal.
Kekasih Sia itu segera memakai kaosnya dan mengambil piyama si gadis. Sepertinya Hyunjin ingin segera bergegas menemui pria menyebalkan yang menghentikan aktivitas panasnya.
"Jangan keluar. Aku akan mengatakan kalau kamu sudah terlelap, supaya dia tidak masuk dan menganggu kita." Tegas Hyunjin sambil memakaikan piyama si gadis, mengancingkan satu persatu kaitan kain yang kembali menutupi tubuh putih Sia. Tubuh yang sudah tersebar bercak merah dari hisapan basahnya.
Tok tok tok
Lagi. Ketukan pintu itu tidak berhenti meski Hyunjin sudah berlama-lama memakaikan celana piyama sang kekasih setelah menalikan tali hitam celana dalam Sia dengan susah payah karena perasaan tidak relanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyun― tolong jangan membuat keributan dan― segeralah kembali. Aku menunggumu." Kata Sia saat sang kekasih akan beranjak pergi.
Genggaman tangan si gadis pada pergelangan tangannya, Hyunjin bawa untuk dia kecup― menyalurkan perasaan yang sama.
"Tentu saja. Tunggu aku kembali untuk melucuti pakaian yang―"
"Hyun~~~" Rengek Sia menghentikan ucapan nakal sang kekasih.
"SIA? AKU TAHU KAMU BELUM TIDUR!" Teriak Seungmin dari luar kamar hotel.
Hyunjin lagi-lagi mendengus kesal.
Pria itu segera pergi dari kamar sang kekasih setelah mencuri kecupan basah dari mulut manis Sia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan berteriak, Min. Mungkin mereka sudah tidur." Suara kak Chan mulai terdengar jelas di telinga Hyunjin saat pria itu berjalan mendekat ke arah pintu kamar 801.
Ah― ternyata dia membawa tameng. Kalau saja tidak ada kak Chan pasti aku akan mengusirnya karena menggangguku dan Sia. Pikir Hyunjin.
"Apa kakak gila? Kenapa pria itu tidur disini? Sudahlah― kita langsung masuk saja. Lagipula aku punya kuncinya. Aku tidak mau membiarkan Sia sekamar dengan pria brengsek itu." Suara Seungmin terdengar tidak sabar dan menahan marah membuat Hyunjin yang sudah di depan pintu menghentikan langkahnya.