Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
"Aku sangat menginginkanmu. Tapi semua orang bilang yang pertama pasti sakit."
"Dan biasanya setiap gadis akan kesusahan berjalan setelah pertama kali melakukannya."
"Maka dari itu aku tidak ingin kamu kesusahan berjalan saat namamu disebut sebagai pemenang lomba nanti karena harus naik ke atas panggung, sayang~"
Perkataan Hyunjin yang lembut diikuti dengan sentuhan telapak tangannya yang besar― tampak sibuk membelai lembut kepala, bahu, lengan dan lekuk tubuh kekasihnya semakin membuat Sia meremang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyun~ Just― do it! Hnhh~" Titah si gadis diikuti desahan berat saat jemari Hyunjin mulai meraba paha dalamnya― menyentuh bagian bawah tubuhnya dengan lembut.
Sia yang tadinya terpejam, merasakan perasaan asing yang mendebarkan mulai membuka matanya dan menatap Hyunjin yang juga sedang menatapnya dengan lembut.
Sorot matanya, gerakan jemari halusnya, menunjukkan bahwa pria itu sangat menahan dirinya saat ini.
Baik Sia maupun Hyunjin sama-sama menyadari jika mereka sangat menginginkan satu sama lain.
Dorongan yang semakin mendebarkan itu, perasaan terkait yang semakin membucah membuat Sia yang terlebih dahulu melakukan inginnya.
Gadis itu menarik wajah Hyunjin agar semakin mendekat, mencium setiap jengkal wajah tampan sang kekasih, memberikan kecupan basah serta jilatan tipis pada bibir tebal si pria. Lumatan dan hisapan Sia juga semakin dalam, membuat sang kekasih menikmati semua tindakan mendebarkan yang si gadis ciptakan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Namun entah karena perasaan cemburu Hyunjin yang butuh ditenangkan itu sudah mereda, atau karena rasa ego si pria yang perlu diyakinkan itu sudah menghilang atau memang karena kekasih Sia itu sudah mencintai gadisnya, menginginkan Sia menjadi satu-satunya miliknya, seutuhnya hanya untuknya di saat yang tepat― perlahan malah menarik tubuhnya menjauh, membuat basah saliva mereka menjuntai.
"Kita― kita hentikan sampai disini saja." Ucap Hyunjin agak terbata.
Sia yang sudah menyiapkan diri akan melakukan malam pertamanya dengan sang kekasih ketika cumbuan brutal Hyunjin sejak pria itu memasuki kamar tidurnya, hanya bisa terdiam dengan ucapan sang cinta pertama.