Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Sia masih duduk di tepi ranjang kembali mencoba menghubungi sang kekasih. Dia tidak mengerti kenapa Hyunjin sangat betah tidak menyalakan ponselnya. Apakah pria itu sama sekali tidak merindukannya? Apa kebersamaannya dengan Giselle membuat Hyunjin lupa dengannya?
Memanggil My Prince...
Memanggil My Prince...
Memanggil My Prince...
Tok tok tok
Tok tok tok
"Sia? Kamu sudah tidur?" Panggil Seungmin.
Pria itu telah menyelesaikan makannya sambil menonton film di ruang tengah dan ingin berpamitan pada si gadis. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar Sia, membuat pria itu perlahan membuka pintu kamar tidur Sia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"S-Sia― astaga!" Kata Seungmin saat melihat gadis yang sesekali masih terisak itu tidur dengan posisi miring dan meringkuk, tampak sekali jika Sia sedang cemas berlebihan.
"Sia― Yoon Sia―" Panggil Seungmin berusaha membangunkan si gadis.
Namun gadis itu hanya bergumam tidak jelas dengan kernyitkan dahi yang dalam. Bahkan Sia tidak mau melepaskan ponsel yang berada dalam genggaman tangannya― membuat Seungmin yang sudah menunggu hingga jam 09.22 PM itu semakin cemas.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rasa basah dan dingin kain di dahinya membuat Sia perlahan tersadar.
Gadis itu bergumam sebelum akhirnya berhasil membuka matanya yang terasa panas.
"Sudah bangun?" Tanya Seungmin yang terlihat baru saja masuk ke dalam kamar Sia.
Gadis itu sudah akan mengambil kain dingin di dahinya, namun genggaman tangan Chan pada tangan kanannya membuat Sia menyadari jika pria yang masih mengenakan kemeja lusuh itu tidur di samping ranjangnya.