Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Hyunjin menenangkan debaran jantungnya dan memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini. Dia berjalan mendekat dan perlahan memeluk Sia dari belakang. Gadis itu menolak dan berontak dalam pelukan si pria.
"Lepas Hyun―!"
Namun Hyunjin merengkuh pinggang dan bahu Sia hingga pelukan itu terasa semakin erat. Hyunjin tidak pernah merasa sesakit ini.
"Sia― Maafkan aku." Ucap Hyunjin berkali-kali.
Entah apa yang membuat detak jantungnya terasa sangat menyakitkan seperti ini. Apa karena dia menyadari kebodohannya yang membuat Sia merasakan sakit hati? Atau karena Sia yang menolak pelukannya? Sedang di bawah tadi dia membalas pelukan Seungmin?
"Maafkan aku, Princess." Kata si pria yang merasa Sia-nya sudah lebih tenang.
"Aku salah karena tidak peka. Aku salah karena membentakmu malam itu. Aku salah karena mengijinkan Giselle menginap dirumahku― lagi." Kata Hyunjin lembut.
Kepalanya tenggelam pada ceruk leher si gadis, tempat ternyamannya yang baru dia sadari saat itu. Kaitan tangan Hyunjin semakin mengerat pada pinggang si gadis, semakin menempelkan tubuh keduanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nyaman.
Satu kata yang dirasakan Hyunjin saat ini. Sia dalam pelukannya, diam dan tenang dalam dekapannya, membuat Hyunjin merasa amat sangat bahagia. Hyunjin tersenyum samar. Dia menyadari bahwa Sia― Yoon Sia-nya adalah rasa nyaman itu sendiri.
"Kemana saja tiga hari ini? Kenapa mematikan ponselmu?" Tanya Hyunjin sambil menghirup aroma tubuh Sia, semakin menenggelamkan wajahnya.
"Aku― Aku menenangkan diri."
"Ada orang yang membuatku kesal dan marah." Balas Sia sedikit melunak.
Dekapan tangan hangat dan hembusan nafas Hyunjin pada tubuhnya meluluhkan segala pertahanan yang susah payah dia bangun dalam kesakitan dan amarah tiga hari ini.
Hyunjin perlahan melepas dekapannya dan membalikkan tubuh Sia agar menghadapnya. Pria itu tersenyum saat pandangan matanya terpusat pada mata Sia.
"Maafkan aku."
"Aku menyadari aku salah." Kata Hyunjin lembut.
"Kamu sadar apa kesalahanmu?" Tanya Sia memastikan bahwa Hyunjin mengetahui kesalahannya. Bukan hanya sekedar meminta maaf agar hubungan mereka kembali baik-baik saja.
Hyunjin mengangguk dan tersenyum.
"Karena Giselle." Jawab Hyunjin singkat.
"Kenapa dengan wanita itu?" Tanya Sia ingin Hyunjin menjelaskan lebih.
"Karena dia memanfaatkan mabuknya untuk kembali menginap dirumah. Karena aku yang terlalu― bodoh ini, mengijinkannya sekali lagi menginap di rumah." Jawab Hyunjin hati-hati.