Chapter 55

15 6 0
                                        

Entah apa yang Hyunjin lakukan saat ini, yang jelas Sia semakin gelisah dan panik. Hatinya tidak tenang setelah panggilannya terputus. Jari panjang kekasihnya itu terlihat mengetuk layar kamera beberapa kali sebelum akhirnya menutup panggilan video mereka.

Dan saat Sia mencoba menghubungi kembali ponsel Hyunjin, panggilannya berkali-kali tidak terjawab. Begitu panggilan si gadis yang ke dua puluh empat, ponsel Hyunjin tiba-tiba mati― panggilan Sia sama sekali tidak bisa terhubung.

Gadis itu mondar-mandir di dalam kamarnya dengan perasaan dan pikiran yang tidak tenang. Dia tidak bisa menghubungi bunda Hyunjin yang pastinya saat ini masih berada di atas langit, dia juga tidak punya nomer telepon rumah atau ponsel pribadi kepala pelayan Hyunjin.

Sia tidak bisa menunggu selama empat jam untuk menanyakan ada apa dengan Hyunjin-nya? Apalagi setelah mendengar suara decapan bibir dan juga rintihan kekasihnya yang entah dengan siapa itu, membuatnya semakin gelisah dan panik.

Bukannya dia tidak mempercayai Hyunjin, namun― ENTAHLAH!

Sia bernar-benar tidak bisa berpikir jernih.

Gadis itu segera keluar dari kamarnya dan turun perlahan ke lantai bawah― bersiap keluar rumah tanpa membangunkan siapapun dirumahnya. Namun―

"Sia?" Panggil suara dari belakang si gadis.

Gadis itu terkejut dan hampir menjatuhkan diri ke lantai, beruntung tangannya yang cekatan berhasil menggapai sofa di sampingnya.

"Se-Seungmin?" Tanya Sia dengan suara berbisik.

Kenapa dia masih disini? Bukankah dia seharusnya sudah berada di Jeju? Batin Sia.

"Kamu mau kemana?" Tanya pria yang terlihat baru bangun tidur itu.

"Ak-Aku―" Gadis itu tampak bingung.

"Kenapa pesanku tidak di balas? Kamu tidak apa-apa, kan?" Seungmin yang terdengar cemas mendekat ke arah Sia, mencoba melihat gadis itu dengan seksama dalam kegelapan malam.

"Ah itu―" Sia mencoba mencari alasan.

Saat Sia menunggu panggilan dari Hyunjin, setelah dia mandi dan berkemas, gadis itu memang sempat membaca pesan dari Seungmin namun beberapa pesan yang pria itu kirimkan terabaikan begitu saja setelah panggilan masuk dari Hyunjin.

Dan sekarang Hyunjin-nya―

Sia hanya bisa menghembuskan nafasnya kesal dan menunduk. Pikirannya benar-benar kalut, dia bahkan tidak bisa memikirkan apa-apa selain Hyunjin dan suara decapan bibir itu.

Seungmin menatap tajam ke arah gadis yang terlihat berantakan dengan piyama pendek dan mata sembab itu.

"Kamu mau kemana?" Seungmin yang malam itu tidak bisa tidur nyenyak mencoba berpikir dan memahami gadis didepannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu mau kemana?" Seungmin yang malam itu tidak bisa tidur nyenyak mencoba berpikir dan memahami gadis didepannya itu. Menerka-nerka kemana tujuan Sia yang tampak gelisah dan kebingungan.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang