Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Hyunjin mempercepat langkah kakinya, mencari sumber suara.
"Pertunangan―" Kata Seungmin yang terlihat menarik lembut pergelangan tangan Sia dan membawanya dalam genggaman tangannya.
"Sia―" Hyunjin segera memotong perkataan si pria dan dengan gelisah langsung berjalan ke arah kekasihnya, menarik tangan Sia yang digenggam Seungmin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sia terkejut dengan suara dan juga kehadiran Hyunjin yang tiba-tiba berada di rumahnya. Debaran jantungnya semakin terpacu saat hangat dan lembut sentuhan tangan Hyunjin menggenggam tangannya.
Dalam hitungan detik yang terkesan cepat itu, Sia dapat melihat tatapan mata pria yang dia rindukan itu terlihat menahan amarah ketika menatap Seungmin. Namun―
"Sia?" Panggilan Hyunjin yang lembut dengan tatapan mata sayu itu membuat jantung Sia semakin berdebar hingga dia kembali merasakan sakit hati akibat bentakan kekasihnya tiga hari lalu.
"Aku sangat merindukanmu princess~" Ujar Hyunjin mengelus lembut pipi merona kekasihnya sebelum dia menarik tubuh Sia dalam pelukannya.
Tubuh Sia mendadak menegang, dia tampaknya masih terkejut dengan kedatangan Hyunjin terutama karena sikap dan perkataan Hyunjin yang tiba-tiba itu.
"Jangan pergi dariku. Aku― Aku menyukaimu Sia. Aku tidak bisa jauh darimu." Lirih Hyunjin berbisik pada gadis-nya.
DEG
Sia tertegun mendengar ucapan sang cinta pertama.
Hyun― Ada apa? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Batin Sia.
"Ehem―" Suara Seungmin menyadarkan pasangan kekasih yang sedang berpelukan di depan paman dan bibi Sia.
Suara obrolan dari saudara-saudara yang tadinya samar-samar juga mulai terdengar riuh di telinga si gadis, membuatnya mendorong pelan tubuh Hyunjin, melepas pelukan kekasihnya.
Hyunjin masih terdiam dan menatap Sia, gadis yang membuatnya berantakan selama tiga hari ini. Dia juga mengelus lembut pipi Sia dan mengusap kepala si gadis, merasakan kehadiran kekasihnya dengan nyata.
"Siapa dia MyC?" Tanya Seungmin mendekat ke arah Sia dan menunjukkan tatapan tidak suka-nya pada Hyunjin.
Sia bingung, gadis itu terdiam.
Situasi saat itu benar-benar tidak menguntungkan bagi si gadis. Jika dia menjawab Hyunjin adalah kekasihnya, dia masih sangat marah dengan pria yang sedang memberinya tatapan mata lembut dan sentuhan tangan hangat itu.
Tapi jika dia menjawab hanya teman, Sia takut akan menyakiti hati kekasihnya itu. Dia sangat mencintai pria menyebalkan yang membentaknya dan lebih memilih wanita tidak tahu diri itu.
Namun―
"Dia Hyunjin. Katanya dia adalah pacar Sia." Jawab wanita ekstrovert yang ternyata adalah bibi Sia. Dia mewakili Sia untuk menjawab pertanyaan Seungmin.