Chapter 43

10 7 0
                                        

Hyunjin reflek akan mengejar Sia, namun tangan Chan segera menarik Hyunjin― mencegahnya mengikuti Sia.

"Tunggu disini. Mereka perlu berbicara. Biarkan saja, ya?" Ujar Chan meminta Hyunjin memberi ruang dan waktu untuk Sia dan Seungmin berbicara.

Hyunjin yang sempat terdiam itu pun akhirnya mengangguk dan menurut. Dia kembali duduk di samping Chan yang menyesap white wine di atas meja. Mereka terdiam cukup lama, hingga Hyunjin memberanikan diri untuk menanyakan kekalutan hatinya.

"Seungmin― apakah dia juga mencintai Sia, kak?" Tanya Hyunjin tanpa menoleh pada Chan, kekasih Sia itu masih menunduk seakan tidak berani menampakkan wajahnya setelah di tinggal oleh sang pacar pertama.

Chan langsung menoleh setelah mendengar pertanyaan dari Hyunjin, pria itu juga mengernyitkan dahinya, tampak bingung kemana arah pembicaraan kekasih Sia.

"Seungmin― dia adalah calon tunangan Sia, kan? Aku tahu itu, kak. Aku hanya― aku tidak nyaman jika Sia terlalu dekat dengannya."

Hyunjin lalu menatap Chan, tampak kegelisahan dan kekalutan dari pandang mata kekasih Sia itu. Ada rasa cemas yang berusaha Hyunjin pendam.

"Aku― aku takut jika pada akhirnya Sia akan memilih dia, calon tunangannya. Aku takut kehilangan Sia, kak."

"Apakah aku terlalu kekanak-kanakan? Apa aku terlalu egois jika menginginkan Sia hanya untukku? Aku sudah sangat terbiasa dengan kehadirannya, aku sangat menyayangi Yoon Sia." Jujur Hyunjin.

Chan tersenyum mendengar kejujuran perasaan kekasih Sia.

"Apa kamu meragukan perasaan Sia, Hyun?" Tanya Chan kemudian.

"Tidak kak. Aku tidak meragukan perasaan Sia, aku hanya― cinta yang Sia berikan membuatku merasa lebih hidup, kehadirannya membuat duniaku yang dulunya hitam putih menjadi lebih berwarna dan sangat indah. Tapi― aku―" Hyunjin terbata, dia ragu mengatakan yang sebenarnya.

Aku takut Sia lelah menunggu pernyataan cintaku, aku takut dia hilang dan akhirnya memilih Kim Seungmin― seperti saat ini. Batin Hyunjin yang membuatnya kembali menundukkan kepala.

"Sia― gadis kecil-ku itu mencintaimu Hyun." Kata-kata Chan membuat Hyunjin kembali mendongakkan kepalanya― menatap kakak Sia itu.

"Aku yang baru hari ini melihat interaksi kalian saja sudah bisa menyadarinya. Dia sangat membanggakanmu seakan tidak ada pria lain yang bisa setara denganmu."

Hyunjin tersenyum dan mengangguk, dia juga menyadari hal itu. Hari ini Sia tampak begitu bahagia saat mengenalkannya pada keluarga besar si gadis. Kekasihnya itu dengan bangga menyebut Hyunjin sebagai pacar pertama dan juga calon suami Sia, membuat kecanggungannya menghilang.

"Kamu hanya perlu yakin bahwa Yoon Sia adalah gadis yang cintanya sudah tertuju hanya untukmu. Yang begitu membanggakanmu sebagai cinta pertama dan juga pacar pertamanya. Yang mungkin― tidak akan bisa mencinta lagi jika bukan kamu orangnya." Ujar Chan berusaha menenangkan Hyunjin.

Ada rasa bangga dan juga cemas yang Hyunjin rasakan saat mendengar ucapan kakak Sia.

Dia bangga karena Sia mencintainya dengan begitu indah dan cemas karena dirinya mungkin belum bisa menunjukkan rasa cintanya pada Sia.

"Tapi Hyun―" Ucap Chan menggantung.

"Jangan pernah menyakiti Yoon Sia."

"Karena jika itu terjadi― pria yang sangat mencintai Sia, calon tunangannya yang dia tolak sejak dia mengenalmu itu― tidak akan mau melepaskan Sia lagi."

"Dia berjanji akan mengambil Sia darimu bagaimanapun caranya, pria itu tidak akan ragu membuat Sia menjauh darimu hanya untuk membuat gadis yang sedari dulu dia cintai itu bisa melupakanmu seutuhnya." Tegas Chan yang terkesan seperti ancaman nyata untuk Hyunjin.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang