Chapter 40 🔞

11 7 0
                                        

"Ini perasaanku padamu, Yoon Sia-ku." Lirih Hyunjin lembut.

Pria itu menarik tubuh Sia ke depannya, menunduk lalu mengecup bibir kekasihnya dengan lembut.

Perlahan kecupan kecil itu menjadi ciuman yang lebih dalam dan terasa menuntut. Sia yang sudah mulai terbiasa dengan lumatan dan hisapan Hyunjin yang berbeda itu hanya terdiam― menikmati semua sensasi basah yang ditimbulkan kekasihnya.

Tangan Hyunjin yang semula berada di tengkuk Sia mulai turun kebawah, merengkuh pinggang gadisnya― menarik tubuh Sia agar semakin menempel padanya. Satu tangan Hyunjin yang bebas menyentuh pipi kekasihnya dan membelainya lembut― memberikan efek butterfly pada tubuh Sia.

Kedua tangan Sia yang sedari tadi berada pada pinggang kekasihnya, semakin meremas kain kemeja pria-nya― membuat tubuhnya semakin mendongak didalam kungkungan tubuh Hyunjin.

Ciuman basah Hyunjin yang semakin dalam itu membuat Sia perlahan menepuk pelan bahu kekasihnya― menyadarkan si pria untuk membiarkannya bernafas sejenak.

Hyunjin pun menurut, melepaskan kaitan bibir Sia yang menjadi candunya lalu mengelus lembut daging basah dan memerah kekasihnya itu.

Sentuhan lembut yang mendebar itu membuat Sia yang masih terengah-engah, tersenyum malu dan menepuk bahu kekasihnya.

"Hyun~~~" Rengek si gadis manja sambil menundukkan wajahnya.

Hyunjin lalu menyentuh dagu Sia, mendongakkan wajah kekasihnya, menatap kedua mata sang kekasih dengan pipi merona itu.

"Jadi― kamu tahukan bagaimana perasaanku padamu?" Tanya Hyunjin kemudian.

"Aku menyayangimu. Yoon Sia." Ucap si pria lembut dengan senyum menawannya, ibu jarinya masih mengelus lembut bibir Sia yang semakin terlihat bengkak.

Sia yang sudah merona itu dibuat semakin berdebar saat mendengar ungkapan hati kekasihnya.

Perlakuan Hyunjin terasa sangat berbeda, pria-nya tidak pernah mengatakan perasaannya dengan selembut ini, kata sayang yang dulunya Hyunjin ragukan, tindakan agresif yang dulu pria-nya hindari, pengakuan yang kekasihnya ucapkan, permintaan maaf yang tulus itu― meski sudah lebih dari sebulan mereka berpacaran dan Hyunjin belum mengatakan kata cinta yang selalu Sia nantikan― gadis dalam kungkungan si pria itu sudah sangat bersyukur.

Bersyukur sebab Hyunjin mau menjadi kekasihnya, menjadi pacar pertamanya.

Bersyukur karena Hyunjin mau belajar tentang semua rasa― perasaan rindu, sakit hati, cemburu, kesal, sayang dan mungkin yang selanjutnya adalah cinta.

"Katakan lagi, Hyun." Pinta Sia.

Gadis itu lalu mengalungkan lengannya pada leher Hyunjin, membuat Hyunjin sedikit membungkuk sambil melingkarkan tangannya pada pinggang si gadis.

"Aku menyayangimu. Yoon Sia-ku." Kata Hyunjin lagi sambil tersenyum, menatap Sia-nya.

Ada perasaan tulus yang bisa gadis itu rasakan dari setiap kata yang terucap dari bibir tebal kekasihnya, membuat Sia terpaku pada daging merah dan tebal di depannya.

Ada perasaan tulus yang bisa gadis itu rasakan dari setiap kata yang terucap dari bibir tebal kekasihnya, membuat Sia terpaku pada daging merah dan tebal di depannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang