Chapter 49

14 6 0
                                        

"Sia?" Panggil Hyunjin saat melihat gadisnya turun dari mobil BMW 4 Series Convirtable warna merah― mobil milik Chan.

Sedang si gadis yang masih tertawa sebab candaan Seungmin itu segera menoleh dan langsung menghambur memeluk Hyunjin-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedang si gadis yang masih tertawa sebab candaan Seungmin itu segera menoleh dan langsung menghambur memeluk Hyunjin-nya.

"Sayang~~~" Rengek manja Sia.

Chan dan Seungmin yang sudah turun dan berada di belakang Sia tersenyum melihat gadis itu tampak begitu bahagia dalam pelukan kekasihnya.

Hyunjin yang tadinya mengeratkan pelukan kekasihnya perlahan melepas dekapannya saat melihat Chan dan Seungmin berjalan ke arah mereka. Pria itu merasa agak canggung apalagi setelah kejadian semalam.

Sia yang paham akan hal itu kemudian berbalik badan dan melingkarkan tangannya di lengan Hyunjin.

"Aku hanya mengantar Sia." Kata Chan pada Hyunjin, membuat kekasih Sia itu mengangguk dan tersenyum.

"Terima kasih kak." Balas Hyunjin ramah.

Chan lalu menoleh pada Seungmin yang sedari tadi mengalihkan pandangannya dari Hyunjin.

Menyadari Chan dan Sia menatapnya, Seungmin kemudian menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya menoleh dan melihat ke arah Hyunjin.

"Maafkan aku. Semalam― semalam aku terlalu kekanak-kanakan. Dan Sia tidak suka itu."

"Aku menyesal membuat Sia marah dan kesal. Jadi― maafkan aku." Seungmin meminta maaf dengan enggan.

Hyunjin tersenyum dan mengangguk menanggapi permintaan maaf Seungmin.

Meski dia kesal pada Seungmin, Hyunjin merasa menang. Sia akan segera bertunangan dengannya dan sudah menolak Seungmin. Jadi tidak ada alasan baginya untuk mendendam pada Seungmin.

Sia kemudian mendongakkan kepalanya, menatap prianya yang tampak bingung dengan tatapan penuh artinya.

"Kamu juga harus minta maaf." Bisik Sia sambil menghadapkan tubuhnya, sedikit berjinjit untuk berbicara tepat di depan telinga Hyunjin yang sudah menurunkan badannya.

"Hah―?" Hyunjin bingung dengan permintaan kekasihnya.

Untuk apa dia harus meminta maaf pada Seungmin? Bukankah mantan calon tunangan kekasihnya yang tiba-tiba mengamuk dan berniat memukulnya semalam? Pikir Hyunjin.

"Dia pasti juga merasa kesal karena kamu tiba-tiba datang saat aku masih belum benar-benar memutuskan perjodohan." Kata Sia dengan wajah memohon.

Hyunjin yang ingin segera menghentikan pembicaraan mengenai Seungmin itu pun mengangguk dan menggenggam erat tangan Sia, mencari ketenangan dan rasa nyaman.

"Aku― aku juga minta maaf." Ucap Hyunjin kemudian.

Seungmin yang tadinya mengedarkan pandangan ke sekitar area parkir itu langsung menoleh mendengar permintaan maaf Hyunjin. Dan sesaat kemudian, dia mengangguk dan menyunggingkan senyumannya.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang