Chapter 75

4 2 0
                                        

Melihat Seungmin yang begitu mesra dengan kekasihnya itu membuat Hyunjin emosi.

Kepalanya sudah berat, tubuhnya pun terasa sangat sakit semua dan dia juga belum sepenuhnya sadar.

Namun melihat Sia-nya, kekasihnya di perlakukan begitu Istimewa, disentuh begitu mesra oleh pria yang sangat tidak dia sukai membuatnya memanas.

Ucapan Sia, ekspresi wajahnya dan juga tarikan nafasnya membuat Chan dan Seungmin menyadari jika gadis itu sedang tidak baik-baik saja.

Entah apa yang terjadi semalam― yang membuat Sia sempat meragukan sang kekasih. Yang jelas kedua pria yang sudah sangat mengenal Sia itu tidak akan meninggalkan si gadis dengan pria mabuk yang belum sepenuhnya menyadari kesalahannya.

"Hyun, sadarkan dirimu dulu, bersihkan tubuhmu dari bau alkohol yang kuat ini." Tegas Chan mendekati Sia dan Hyunjin.

"Dan kamu Yoon Sia― tunggu Hyunjin di kamarmu saja. Tenangkan dirimu dulu sebelum menghadiri agenda penting-mu siang nanti." Tegas Chan sambil menepis cengkeraman tangan Hyunjin pada pergelangan tangan Sia, lalu membawa gadis itu menjauh dari pria yang terdiam seakan menyadari kesalahannya itu.

Chan terlihat sangat tidak menyukai perlakuan Hyunjin pada Sia. Meski tatap mata dan nada bicaranya tidak menunjukkan itu semua, namun Hyunjin bisa merasakannya. Membuat kekasih Sia itu mengusap kasar wajahnya dan langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya.

***

"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Chan pada Sia saat dirinya, Seungmin dan juga kekasih Hyunjin itu sudah berada dalam lift menuju ke kamar hotel mereka.

Sia hanya mengangguk tipis. Wajahnya tampak sangat kecewa.

"Aku dan Seungmin ada rencana siang ini jadi mungkin tidak bisa menemanimu." Kata Chan yang lagi-lagi hanya di jawab anggukkan kepala si gadis.

"Apa aku harus membatalkan―" Ucap Chan yang langsung dihentikan Sia.

"Tidak kak. Aku baik-baik saja. Kalian― kalian lanjutkan saja agendanya. Kita akan pulang besok sesuai rencana." Potong Sia.

Chan dan Seungmin saling memandang sejenak sebelum akhirnya mereka semua keluar lift.

"Aku pesankan sarapan. Kamu tunggu saja di kamar dengan nyaman dan tenang." Perintah Seungmin sambil mengelus puncak kepala Sia saat si gadis sudah akan membuka pintu kamar 802.

"Apa perlu aku temani?" Lanjut Seungmin yang di jawab gelengan kepala Sia.

"Aku akan bersiap untuk acara nanti siang sekalian berkemas untuk besok. Kamu juga harus bersiap, kan?" Tanya Sia.

"Aku bisa menunda―" Seungmin sudah akan menyanggah namun Sia lebih cepat menolak.

"Tidak Min. Tolong biarkan aku dan Hyunjin menyelesaikan masalah kami sendiri saat ini. Aku― aku yakin semuanya hanya kesalahpahaman." Potong Sia.

Kesalahpahaman? Apa gadis ini benar-benar bodoh hingga mengabaikan semua bukti perselingkuhan pria brengsek itu? Batin Seungmin kesal sambil mengepalkan tangannya.

"Min. Kita harus bersiap." Cegah Chan yang sudah melihat gelagat emosi dari Seungmin.

Sia segera membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah pantry. Gadis itu menenangkan hatinya dengan meminum segelas air mineral dingin.

 Gadis itu menenangkan hatinya dengan meminum segelas air mineral dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang