Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Chan yang sedari tadi masih berdiam diri di dalam mobil itu terkejut dengan kedatangan Seungmin yang tiba-tiba. Pria itu segera turun dari mobilnya ketika melihat Seungmin berjalan dengan tergesa ke arah Sia dan Hyunjin.
Sedang Sia dan Hyunjin yang sedang bermesraan itu sama-sama menutupi mata mereka dari sorot lampu mobil yang membiaskan pandangan keduanya, namun masih dengan tangan yang saling terkait.
"SIA! Apa yang kamu lakukan?" Bentak Seungmin ketika sudah berada di depan Sia.
Tangan pria itu menarik pergelangan tangan Sia yang masih setia di genggam Hyunjin.
"Ini masih di depan rumah! Mama dan papa bisa saja tiba-tiba keluar. Apa yang akan mereka pikirkan jika anak gadisnya berpelukan tengah malam seperti ini?" Seungmin tampak marah dengan nafas menggebu, namun tampak jelas jika dia mengabaikan keberadaan Hyunjin di sisi Sia.
"Seungmin― Lepas!" Sia berusaha melepas genggaman tangan Seungmin dengan tangan lainnya yang masih menggenggam mawar merah pemberian kekasihnya, tidak mau Hyunjin semakin cemburu dengan kedatangan Seungmin yang tiba-tiba.
Namun pria itu langsung melepas tangan Sia ketika melihat bunga yang berada dalam genggaman tangan si gadis.
"Hah, apa ini? Mawar merah?" Ucap Seungmin meremehkan.
Seungmin lalu menarik mawar merah pemberian Hyunjin dari tangan Sia dan menggantikannya dengan sebuket bunga lily putih yang sedari tadi dia bawa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku lupa memberikan ini padamu." Kata Seungmin langsung memotong protes yang akan di ucapkan Sia.
Hyunjin berusaha menahan dirinya, meski kesal sebab momen indahnya tiba-tiba berakhir dan marah karena tindakan Seungmin yang terkesan kurang ajar itu.
"Aku tahu kamu paling suka dengan bunga lily merah, kan? Tapi aku lebih suka memberimu lily putih."
"Kamu tahu artinya, kan Sia?" Tanya Seungmin sambil menatap mata Sia masih mengabaikan keberadaan Hyunjin yang tampak kesal dan gelisah.
"Jika lily merah melambangkan cinta yang penuh gairah. Bunga lily putih― menandakan cinta yang suci dan agung. Bunga yang sering digunakan dalam pernikahan dan upacara spiritual ini juga bermakna melambangkan kemurnian hubungan dan harapan akan masa depan yang cerah." Lanjut Seungmin dengan senyum seringai dan tatapan usilnya.
"Seungmin! Aku sudah mendapatkan bunga dari kekasihku. Jangan merusaknya! Sini berikan bunga mawar itu!" Ucap Sia yang tampak sangat kesal dan menatap tajam ke arah Seungmin.
Namun Seungmin malah mendengus sambil melihat mawar merah yang dia genggam.
"Mawar? Apalagi mawar merah? Bukankah kamu sangat tidak menyukainya?"
DEG
Hyunjin tertegun dengan ucapan Seungmin.
Sia― dia tidak menyukainya? Tapi mengapa dia― mengapa Sia tidak mengatakannya? Pikir Hyunjin semakin gelisah.