Chapter 48

13 6 0
                                        

"Jadi Sia mau membatalkan pertunangan karena ada pria lain yang Sia cintai?"

Pertanyaan itu keluar dari orang tua calon tunangan Sia, saat anak gadis keluarga Yoon itu menjelaskan tentang hubungannya dengan Hyunjin yang pada akhirnya membuat Sia menolak perjodohan mereka.

Sia mengangguk, "Dan rencananya kami akan bertunangan minggu depan."

Ucapan Sia membuat Seungmin dan Chan yang terlambat datang itu agak sedikit terkejut.

"Sia. Kamu yakin?" Tanya Seungmin. Suara pria itu terdengar tegas.

Sia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tampak yakin dengan pilihannya itu.

"Apa kamu bahagia dengannya?" Kali ini giliran Chan yang bertanya, ada keraguan dan kegelisahan dari suara si pria.

Gadis itu terdiam sejenak sebelum akhirnya menatap mata kak Chan lekat.

"Aku bahagia dengannya, kak." Jawab Sia kemudian.

"Sebenarnya papa mama sudah diberitahu Seungmin lewat telepon kemarin." Kata mama Seungmin.

"―Dan juga di jelaskan oleh Chan dan Seungmin semalaman." Lanjut mommy kak Chan.

"Meski awalnya kami tidak terima karena hanya menginginkan kamu sebagai menantu keluarga kami― tapi kami rasa kebahagiaan kamu lebih penting."

"Mom dan Dad akan baik-baik saja, asal Sia juga bahagia."

"Benar, mama dan papa juga akan mendukung apapun keputusan Sia."

Mama Seungmin dan Mommy kak Chan yang duduk di samping Sia itu sama-sama menggenggam tangan anak gadis keluarga Yoon itu, menepuknya lembut seakan menyalurkan kelapangan hati mereka sebab penolakan perjodohan keluarganya.

Sia lega.

Gadis itu sangat bahagia sebab kegelisahannya sedari tadi mengenai reaksi orang tua mantan calon tunangannya tidak terwujud.

Dia juga berterima kasih pada kak Chan dan Seungmin yang terlebih dahulu menjelaskan pada kedua orang tua mereka, mungkin karena itu juga― mommy, mama, papa dan daddy tidak menunjukkan kekecewaannya.

"Selamat ya Sia. Semoga kamu dan Hyunjin― bahagia." Kata kak Chan.

"Yah― Semoga pertunanganmu dengannya memang pilihan yang terbaik." Ucap Seungmin.

Sia mengangguk bahagia.

Sesungguhnya itulah yang membuat Sia nyaman dengan keluarga mantan calon tunangannya.

Pria itu dan orang tuanya sangat menyayangi Sia dengan tulus. Mereka menerima semua yang dikatakan Sia dengan tersenyum dan tanpa penghakiman sama sekali. Bahkan tidak ada ucapan untuk memutuskan hubungan sebab hubungan yang telah terjalin sebelumnya memang bukan hanya karena perasaan si pria pada Sia sejak sekolah dasar, tapi sudah seperti keluarga.

Jadi apapun pilihan Sia dan pria mantan calon tunangannya, kedua keluarga mereka akan tetap mendukung.

***

Sia saat ini tampak memeriksa ponselnya, menunggu balasan pesan Hyunjin yang sedari tadi tidak online sama sekali.

Setelah perbincangan dengan keluarga mantan calon tunangannya, Sia bergegas ke kamar dan bersiap untuk kuliah― lebih tepatnya untuk bertemu sang kekasih. Bahkan dirinya memoles kembali riasan naturalnya yang tapi sempat berantakan sebab pelukan paksa kak Chan dan juga Seungmin di depan keluarga besar mereka dengan alasan dukungan moril.

"Kamu jadi ke Jeju besok?" Tanya Seungmin dengan lembut.

Pria itu sudah berada di depan pintu kamar Sia yang terbuka.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang