Chapter 58

8 6 0
                                        

Tepukan lembut pada punggung tangan Sia dan genggaman hangat Seungmin selama perjalanan ke rumah utama membuat rasa gelisah dan cemas si gadis sedikit memudar. Pria itu sudah terlalu mengenal Sia hanya untuk menanyakan perasaannya, Seungmin sudah paham jika gadis di sisinya ini menyimpan luka dan rasa sakit tanpa perlu Sia bercerita atau dia bertanya.

Maka menurutnya, tepukan lembut dan juga genggamannya lebih berarti daripada nasihatnya untuk menjauhi dan memutuskan hubungan Sia dengan Hyunjin― yang tentu saja akan semakin memperburuk keadaan.

Seungmin dan Sia turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah utama yang masih tampak sepi itu.

"Mau aku bawakan sesuatu yang hangat? Teh chamomile, susu coklat atau―?" Pertanyaan Seungmin hanya di jawab gelengan kepala Sia.

Mereka berdua berjalan ke arah kamar si gadis, di lantai tiga dengan perlahan― tidak mau membangunkan orang rumah.

"Bersiaplah, aku akan menunggu di bawah." Kata Seungmin saat sudah berada di depan kamar Sia.

Gadis itu mengangguk.

"Terima kasih, Min." Ucap Sia sambil menepuk lengan si pria.

Seungmin hanya tersenyum dan mengusak rambut Sia lalu bergegas ke bawah, meninggalkan si gadis yang juga akan bersiap untuk keberangkatan mereka.

Hari Sia yang dimulai dengan perasaan tidak baik itu semakin terasa tidak karuan saat dirinya melihat koper yang berisi piyama couple-nya dengan Hyunjin begitu dia memasuki kamarnya. Koper yang dia letakkan di bawah kasur itu terbuka dengan tumpukkan baju formal, pakaian hangat dan juga piyama baru yang dia beli khusus untuk perjalanan pertamanya dengan sang kekasih.

 Koper yang dia letakkan di bawah kasur itu terbuka dengan tumpukkan baju formal, pakaian hangat dan juga piyama baru yang dia beli khusus untuk perjalanan pertamanya dengan sang kekasih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apakah aku bisa memakainya dengan Hyunjin? Apakah dia akan segera menyusulku seperti yang dia katakan? Pikir Sia sambil menatap piyama itu.

Gadis itu lalu teringat jika ponselnya berada dalam keadaan mati. Membuatnya bergegas menyalakan telepon genggam itu dan mengisi dayanya sebelum dia membersihkan dirinya.

Sia menyegarkan diri dengan berendam sebentar. Dia ingin menghilangkan sedikit kerumitan pikiran dan perasaannya saat ini. Namun bayangan saat Hyunjin menggendong tubuh Giselle kembali muncul.

 Namun bayangan saat Hyunjin menggendong tubuh Giselle kembali muncul

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang