Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Sia mengambil nafas sebelum kembali ke ruang salju― tempat galeri kecilnya berada.
Saat Sia masuk ke ruangan tersebut, dia melihat Hyunjin yang sedang memandang lukisan tentang dirinya. Berdiri dengan senyum terukir di bibir indahnya.
Sangat tampan. Batin Sia.
Gadis itu lalu menghampiri Hyunjin dan memeluk prianya dari samping.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hyunjin yang melamun itu sedikit terkejut sebab rengkuhan erat Sia-nya pada pinggangnya. Namun sedetik kemudian dia segera membalas pelukan kekasihnya, membawa tubuh Sia dalam hangat dekapannya.
"Hyun― bisakah kita menjadi pasangan yang selalu seperti ini?" Tanya Sia.
Dari suaranya, Sia terdengar antara takut dan ragu.
Hyunjin yang mendengar pertanyaan itu pun segera melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik gadisnya yang selalu membuatnya berdebar.
"Seperti ini? Seperti ini bagaimana Sia?" Tanya Hyunjin terdengar cemas.
Seperti pasangan yang saling mencintai. Seperti pasangan yang tidak pernah ada keraguan. Seperti pasangan yang yakin dengan ikatan kuatnya, yang tidak takut akan kehilangan satu sama lain. Batin si gadis sambil mengelus lembut wajah Hyunjin-nya.
Lalu Sia tersenyum dengan lembut, masih dengan menatap mata indah sang kekasih.
"Aku mencintaimu Hyun. Kamu harus yakin itu." Ucap Sia yang tidak menjawab pertanyaan Hyunjin.
Pria itu mengerutkan keningnya, bingung dengan ucapan si gadis. Hyunjin paham dan mengerti perasaan Sia padanya. Dan dia juga yakin jika kekasihnya itu mencintainya, namun kenapa Sia terdengar ragu?
"Ada apa Sia?" Tanya si pria sambil mengelus puncak kepala gadisnya.
Apa yang membuatmu meragu? Apa karena mommy daddy yang disebutkan mama mu tadi? Apa― Apa kamu benar-benar akan melanjutkan pertunanganmu? Batin Hyunjin kembali resah.
Sia menunduk, sedikit merenggangkan pelukannya.
"Entahlah Hyun, dalam enam minggu ini terlalu banyak kesalahpahaman yang terjadi. Dan hari ini kita juga baru saja menyelesaikan salah satu masalah kita. Banyak sekali kecurigaan yang akhirnya membuat kita saling menyakiti."
Gadis itu kembali menatap wajah sang kekasih, ikatan tangannya juga perlahan mengerat.
"Aku hanya ingin― Aku lebih suka saat kita bisa seperti ini, berbicara tanpa ada kesalahpahaman, saling memeluk tanpa ada kecurigaan. Kamu yang terus meyakinkan aku akan perasaanmu, aku yang akan selalu menyakinkanmu bahwa hanya ada Hwang Hyunjin yang selalu menjadi pilihanku― selamanya."
Hyunjin tersenyum mendengar ucapan gadisnya. Keresahan yang Sia rasakan, kegelisahan yang membuat gadisnya meragu, juga sempat dia rasakan. Bahkan pikiran mengenai pertunangan Sia masih mengganggunya hingga saat ini, namun Hyunjin berusaha mengabaikan semuanya. Karena selamanya hanya ada dia, Hwang Hyunjin yang Yoon Sia cintai, kan?