Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Sia bangun setelah ketukan di pintu kamarnya yang terdengar tidak sopan.
Kekasih Hyunjin itu melihat ponselnya yang dia genggam semalaman dan mengecek kolom chat-nya dengan sang kekasih, namun nihil. Pesan-pesannya masih centang 1, membuatnya lagi-lagi menghembuskan nafas kesal.
Tok Tok Tok
Tok Tok Tok
"Yoon Sia?" Panggil seseorang di depan kamarnya.
Tok Tok Tok
"Aku masuk ya―?" Tepat saat Seungmin mengakhiri ucapannya, pintu kamar Sia terbuka.
"Kenapa?" Tanya Sia sinis.
Dari tampilan si gadis, Seungmin tahu jika Sia begadang― entah karena menyelesaikan lukisan yang saat ini dipandang lekat-lekat oleh kak Chan atau menunggu kabar pria yang membuatnya menangis dan tampak berantakan seperti sekarang.
"Kamu― kamu tampak seperti mayat hidup." Ejek Seungmin.
"Pasti kamu tidak mandi dan langsung tidur." Imbuhnya sambil mengelap sisa cat yang menempel pada pipi si gadis.
"Kim Seungmin― tolong jangan membuat moodku berantakan sejak pagi." Ucap Sia sambil memijat pelipis dan memejamkan matanya.
"Aku tidak berniat seperti itu, Yoon Sia. Aku kesini untuk mengajakmu sarapan sebelum perlombaanmu." Kata Seungmin.
Mata Sia segera terbuka mengingat perlombaannya hari ini.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Sia yang segera masuk ke dalam kamarnya setelah menutup pintu dan bergegas menata ranjangnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar hotel itu membuat Seungmin berjalan ke arah pintu, sebelum menjawab pertanyaan Sia.
"Baru jam enam pagi." Jawab Seungmin sedikit berteriak.
Pria itu kemudian membukakan pintu staf hotel yang mengantarkan sarapannya― yang sengaja dia pesan untuk dinikmati di dalam kamar si gadis. Sedang Chan tampak sibuk menelepon, memastikan jadwal rapat yang dia undur ke hari perlombaan Sia agar dirinya bisa menemani gadis kecil itu di saat-saat luangnya.
"YA KIM SEUNGMIN! Kamu membangunkanku hanya untuk sarapan padahal ini masih jam enam pagi―" Teriak Sia dari dalam kamar tidurnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis itu tengah bergegas ke kamar mandi setelah merapikan ranjang tidurnya yang baru dia tiduri kurang dari tiga jam yang lalu.
"Tolong maafkan gadis itu, dia sedikit tidak sehat." Kata Seungmin saat staf hotel terkejut dengan suara teriakan Yoon Sia.