Jingga mengangguk. "Mau aku yang mulai atau akang yang mulai?" tawarnya dengan sensasi menggoda, tangannya bahkan kini sudah tak sopan, menggerayangi tubuhku.
Aku menelan ludah dengan susah payah, saat mendapati diriku kini terjebak dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Jingga, perempuan itu cukup berani sekali terhadapku.
Jingga tersenyum nakal, tangannya mulai merangkul tubuhku untuk ia rapatkan pada tubuhnya. Segera kedua tangan ini ku pakai untuk menutup hidung, mencoba sekuat tenaga agar bau di tubuhnya tak ku hirup semakin dalam.
"Tangannya awasin atuh kang, biar Jingga aja yang mulai. Akang mah payah, gak berani. Kan kita udah sah, gak papa atuh cuma ciuman doang siapa tau nanti ketagihan sampe ke hal yang lebih jauh" ujarnya dengan suara yang kini terdengar lebih manja, dan penuh godaan.
Tolong ... Jauh kan hamba dari godaan setan yang terkutuk ini.
Aku menarik napas panjang, wajah ini seketika memanas menahan cemas. Benar-benar ya dia gak punya harga dirinya.
"Jangan disini," pintaku lirih, dengan rasa gugup yang menyeruak begitu kentara.
Jingga tersenyum sumeringah. "Oh, ayo kekamar kang. Akang gendong jingga ya" ujarnya yang membuatku hampir tersungkur saat tubuh Jingga memelukku erat bahkan pandangan bertemu beberapa saat.
"Lama tapi, disini aja ya" pintanya dengan satu tangan yang kini memegang tengkuk ini yang rasanya ah tak karuan.
Dengan pasrah, mataku terpejam. Napas ini ku tahan agar bau tubuhnya tak tercium begitu menyengat. Ah, apakah ini akhir dari riwayat hidupku?
Ah, apakah kang ahmad semurahan itu? Hanya gara-gara sertifikat tanah, ia rela melepas keperjakaannya?
Warning⚠️
Judul ini mungkin agak sensitif, jadi aku putuskan untuk up di karyakarsa aja. Bagi yang mau baca klik link ini ya https://karyakarsa.com/Akaralangitbiru/istriku-seorang-juragan
Yuk gaes mampir, cuma 2k aja kok😚 daripada penasaran kan ya hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Istriku Juragan Jingga
Storie d'AmoreAhmad, seorang pria sederhana yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan dalam tes CPNS merasa begitu prustasi dan terdesak. Dalam keputus asaannya ia mengucapkan sebuah nadzar sebagai tantangan untuk dirinya, jika saat ia masih saja tidak lulus d...
