21 : Cemburu

150 29 3
                                        

Pin mengangguk ringan lalu dia menunduk, dan terkejut saat Type mengecup keningnya. Kini bisa dia lihat Type tersenyum. "Nanti aku juga akan menyamakan jadwalku denganmu." Sambung PIN sepertinya pada pengisian KRS nanti mereka harus janjian.

"Hembn, kalau begitu selamat malam, cinta."

"Malam, hati-hati ya!" Balas Pin lalu dia berjinjit tuk mengecup pipi Type. Jadi berbunga-bunga hati Type dibuatnya. Lantas dia raih dagu Pin, cup! Dia mengecup bibir ranum Pin, membuat yang punya bibir tersipu malu. Sementara Type sudah masuk kedalam mobil.

Pin melambaikan tangannya pada Type yang akan meninggalkan pekarangan kediaman keluarga Khajornborirak.

"Kemarin katanya gak bisa jemput?" Dia sempat kaget melihat Type datang menjemput dia, padahal tadi dia sudah membuka pintu mobil Meen.

Type memberi salam hormat kepada Meen dan Perth.

Dua pria dewasa itu hanya mengangguk ringan mengulas senyum.

"Jadi adek mau pergi dengan siapa ke kampus, dengan daddy dan papa atau dengan pacar adek?" To the point Meen membuat Pin salah tingkah, Type sendiri hanya tersenyum.

"De—dengan pacar adek." Jawab Pin grogi lalu dia segera berlari masuk kedalam mobil Type, malu dia.

Perth terkekeh, sementara Meen geleng-geleng kepala.

Type sendiri tersipu malu, semenjak dia pacaran dengan Pin, dia jadi grogi bicara dengan orang tua si kembar.

"Ya udah kalau begitu. Type, daddy titip si bungsu ya! Hati-hati nyetir nya dan jangan ngebut!" Ucap Meen.

"Iya dad,  bye-bye dad!" Balas Type lalu tangannya melambai pada Meen yang kini hendak jalan mobilnya. Tentu pak sopir yang mengendarai mobil mewah itu. Soalnya Meen mau bermesraan dengan Perth.

Blamn!
Type menutup pintu dan dia lirik Pin yang masih memerah wajahnya. Dia bahkan tidak berani melihat Type.

"Yank, pasang seatbeltnya!" Titah dia segera dilakukan oleh Pin. Sebenarnya dia mau memasangkan nya untuk Pin, tapi dia takut Pin semakin salah tingkah sehingga sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Dia tidak mau itu terjadi.

Melihat PIN nurut dan gak marah di panggil sayang membuat perut Type dipenuhi kupu-kupu. Dia tidak menyangka, sisi Pin yang menurut uji tak kalah manis dengan sisi Pin yang manja.

Mobil melaju dan suara musik pun mulai mengalun.

"Type, pertanyaan aku tadi belum kamu jawab." Pin belum lupa mengenai pertanyaan tadi.

"Ouh itu, kemarin aku lupa kalau sekarang kita udah masuk minggu tenang. Baru tadi pagi aku ingatnya." Jelas dia menatap lurus ke depan.

Pin manggut-manggut. "Aku punya tugas statistik yang belum selesai, apa kamu bisa bantu aku mengerjakannya?" Biasanya dia minta bantuan Kritt, tetapi karena sekarang dia ingin mengenal lebih jauh tentang pacarnya, makanya dia minta bantuan Type.

"Matematika?"

"Iya."

Type berpikir, seingat dia, dia sudah ada janji tugas kelompok dengan temannya. Type itu mahasiswa teknik sementara Pin mahasiswa dari jurusan IT.

Pin itu cerdas, hanya saja dia polos.

"Baik, tapi kamu gak apa-apa kan gabung dengan teman-teman aku. Soalnya aku ada tugas kelompok dengan mereka, dan aku udah keburu janji dengan mereka."

"Gak apa-apa jika kamu merasa aku gak ngerepotin."

"Gak ngerepotin kok, cuman teman-teman aku agak berisik! Tahu sendirilah anak teknik itu gimana." Type senang, dia akan menjadikan kesempatan ini untuk memperkenalkan Pin kepada teman-temannya.

2MoonsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang