24 : Bukan Adek Kandung

163 25 5
                                        

Joss kembali menghubungi Kritt, masuk tetapi tidak diangkat. Kritt sengaja meninggalkan ponselnya di kamar agar tidak menganggu pekerjaannya. Lagian ponselnya sedang di charger.

"Dek... angkat dong dek... please!" Resah Joss seraya berjalan mondar mandir di kamarnya.

[Adek marah ya?]
Pada akhirnya dia mengirim pesan pada Kritt. Masuk tetapi belum centang biru. Jika tadi Kritt yang resah menunggu balasan dari Joss, kini Joss yang berada di posisi Kritt.

"Selamat pagi sayang!" Ucap Perth senang ketika kedua putranya sudah berjalan menghampiri dirinya yang sudah menunggu mereka di teras rumah. Pagi ini mereka mau joging.

Cup!
Perth dihadiahi kecupan di pipi tembemnya oleh kedua putranya.

Mereka bertiga bak saudara kembar, lucu banget.

Greph!
Tiba-tiba ada yang meraih pinggang Perth dengan cepat.

Cup!
Kali ini kecupan dari Meen pada bibirnya. Sebentar.

Pin membentak kakinya ke lantai. Dia kesal tapi tidak dengan Kritt, Kritt mulai memakai sepatu kets Filanya yang di pegang oleh pelayannya.

"Daddy ini! Lihat situasi kenapa? Di sini masih ada kami!" Rutuk Pin manja.

"Tahu, tetapi kalian berdua kan sudah dewasa! Jadi gak masalah dong jika Daddy dan papa bermesraan di depan kalian." Kata Meen masih memeluk pinggang Perth dengan hangat.

"Au! Sakit sayang!" Ringis Meen ketika Perth mencubit pinggangnya. Dia mengusap pinggangnya dimana Perth sudah mulai membimbing tangan Pin, mereka mau joging.

Pin tertawa senang lalu mencibir Meen, dia senang Perth membelanya apalagi ketika Perth membimbing tangannya.

Di luar sana, sudah ada Sunny dan Theo yang menunggu mereka.

Kritt bersiul tuk memanggil JD dan Hazu, hewan peliharaannya yang sangat terlatih nan dimanja itu.

Kedua kucing besar itu segera berlari cepat ke arah tuannya. Dan mereka langsung bermanja dengan tuannya.

"Pin jalan sama kakak aja, papa ini milik Daddy!" Ucap Meen sambil melepas bimbingan tangan Perth dari Pin. Perth hanya bisa urut dada dengan suaminya yang cemburu dengan putranya sendiri

Jidat Pin berkerut menatap Meen yang sudah menggendong Perth ala bridal. Meen itu memang tidak tahu tempat jika bermesraan dengan Perth. Perth tidak marah, namun terkadang dia kesal juga.

Pin segera tersenyum lebar saat Kritt sudah membimbing tangannya sedangkan Sunny dan Theo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku keluarga mereka.

"Kak... adek capek!" Keluh Pin manja kepada saudara kembarnya.

Mereka sudah berlari kecil di kompleks menuju taman kota. Tidak ada yang berani mendekati mereka saat joging mengingat ada JD dan Hazu yang juga ikutan joging bahagia.

"Kritt... Jangan dimanja adeknya!" Tegur Perth datar sehingga Kritt tidak jadi menggendong Pin di punggung.

Kritt itu selalu melakukan apa yang Perth katakan.

Kritt kembali berlari menyusul Theo, sementara Meen, dia mendampingi Sunny mengingat Sunny sudah berumur.

Di tengah jalan, mereka bertemu dengan keluarga Jongcheveevat dan Ruangroj.

"Pagi jelek!" Sapa Type berlalu begitu kepada Pin, dari dulu sampai sekarang Type memang suka jahilin Pin walaupun sekarang mereka sudah pacaran.

Plakkk!
Pin memukul kepala belakang Type, dia mana mau dibilang jelek sama Type. "Jahat banget, pacar sendiri dibilang jelek." Oceh Pin kini sudah maju bibirnya.

2MoonsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang