"Abang janji, besok kita makan siang bareng!" Tambah Joss tuk menghibur Kritt.
"Yah, besok keknya gak bisa bang. Soalnya adek mau pulang habis makan siang." Dia mau menemani Pin ke rumah sakit. Penyakit yang Pin idap membuat dia check up sekali sebulan di rumah sakit.
"Ya udah, bagaimana dengan lusanya?"
"Lihat dulu deh, soalnya adek mau ke kantor buat menyerahkan pekerjaan adek kepada kepala manager. Sebab, orang tua adek pengen adek fokus dengan kuliah sekalian mengajari Pin mengenai hal lainnya. Supaya gak polos lagi dia jadi manusia."
"Oke-oke, abang ngerti! Kalau begitu, apa adek bisa pulangnya sore, soalnya abang mau mengantar adek ke rumah, sekalian ketemu dengan orang tua adek."
"Ya udah deh kalau begitu, adek tunggu ya abang di asrama." Dia menurut aja, lagian dia masih kangen dengan pacarnya.
"Iya. Abang janji, sebelum sore, abang sudah sampai di asrama."
"Hembn." Gumam Kritt seraya memandangi langit biru yang cerah.
"Kalau begitu, selamat makan siang sayang."
"Iya, abang juga!" Balas Kritt kemudian panggilan pun berakhir.
Sembilan jam telah berlalu, sekarang sudah jam delapan malam. Tetapi belum ada tanda-tanda bahwa Joss pulang.
[Sabar ya, sebentar lagi abang pulang]
Itu pesan terakhir Joss tiga jam yang lalu. Janji dia mengantar Kritt pulang sepertinya hanya akan menjadi janji yang tak di tepati. Sebab kini, Kritt memutuskan tuk pulang, di jemput oleh sopir pribadinya.
Sebelum Kritt menutup pintu, dia mengirim pesan kepada Joss. [Keknya abang sibuk banget, jadi adek pulang sendiri aja. Sampai jumpa hari senin] Sungguh tidak ada pikiran buruk apapun di otaknya tentang Joss, real hanya pikiran berbaik sangka.
Pesan itu masuk, tetapi belum centang biru.
Selagi dalam perjalanan pulang, di persimpangan jalan saat lampu merah, Kritt tak sengaja melihat Joss bersama seseorang yang tidak dia kenal.
Motor yang Joss kendarai kini melewati mobil mewah yang Kritt tumpangi, menanti lampu merah. Mereka berselisih jalan dan Joss terlihat tertawa bersama orang yang duduk di belakangnya.
"Sadarlah Kritt, mereka hanya teman. Ingat. Sahabat abang Joss ada dimana-mana." Hibur dia tuk menenangkan cemburu di hatinya. Setelah kejadian itu, ponsel Kritt berdering. Itu panggilan dari Lee. Baru saja mau dia angkat, ponsel itu berhenti berdering. Sesaat kemudian ada notifikasi yang masuk ke ponsel Kritt.
[Kenapa hari ini Joss gak datang latihan boxing? Padahal sabtu minggu ini kita ada pertandingan]
[Pertandingan apa?]
Langsung centang biru.
[Memangnya Joss tidak memberitahu mu tentang pertandingan MMA minggu ini?]
[Gak, mungkin dia lupa]
Positif thinking Kritt di setujui oleh Lee. Sebab, tak mungkin Joss tak memberitahu hal sepenting ini kepada Kritt, orang terkasihnya.
[Btw, kenapa Joss tidak membaca pesanku? Kalian lagi pacaran ya?]
[Bukan pesanmu saja yang tidak dia baca, aku juga] Balas Kritt cepat langsung membuat Lee terdiam sejenak.
[Kalian bertengkar?]
Inilah kesimpulan Lee tuk pernyataan Kritt tadi. Sebab setahu dia, Joss itu bucin banget.
[Gak. Mungkin dia sibuk]
Sungguh takjub Lee dengan pikiran Kritt yang kelewat positif thinking.
[Mungkin saja]
Balas Lee kemudian dia meletakkan ponselnya di meja. Setelahnya dia menoleh saat Nan (Hearth Chindanai Dechawaleekul ) memanggilnya
"Ada apa?" Alis matanya terangkat tuk sejenak pada Nan yang kini memperlihatkan foto pada dia yang kini menutup botol minum.
KAMU SEDANG MEMBACA
2Moons
FanficKapal yang berlayar : JossKritt & PinSanta Ghostship Area ⏩ LGBT area☠️ so, HOMOPHOBIA dilarang mendekat. ⏩Area dewasa🔞 ⏩MPreg Area ⏩Kapal hantu bertaburan ☠️, jangan harap kapal benar berlayar disini. ⏩TYPO & kata yang hilang bertebaran. ⏩ Update...
