Siang di Bangkok University biasanya ramai dan panas, tapi hari itu ramai dan... lebih panas dari biasanya. Bukan karena cuaca. Tapi karena seekor harimau Bengal dewasa sedang berjalan santai—ya, santai!—melewati taman tengah kampus menuju fakultas bisnis dan manajemen.
Azzu.
Harimau itu tak terlihat garang. Malah sebaliknya—langkahnya kalem, ekornya sesekali bergoyang pelan. Tapi tetap saja, semua mahasiswa yang melihatnya langsung minggir. Beberapa memanjat bangku. Yang lain tiarap di balik pot bunga.
"Astaga... itu harimau sungguhan!"
"Siapa yang ngelepas hewan kebun binatang ke kampus?!"
"Bukan itu JD dan Azzu? Harimaunya si bocah kembar lucu yang jadi kesayangan Type dan Kengkla itu!"
"Yang mana? Bocah lucunya atau harimaunya?"
"Dua-duanya!"
Tapi Azzu tak peduli. Dia sedang dalam misi suci. Dia perlu mencari dia yang maha penting... Kritt.
Semuanya bermula lima menit lalu.
Pin sedang berjalan menuju kantin bersama Gemini, sahabat sekaligus teman satu jurusan yang selalu membawa camilan di tasnya dan suka membahas hukum pidana sambil makan pocky.
"Aku dengar dosen kita besok bakal ngasih kuis mendadak," kata Gemini.
"Yaaaah," keluh Pin sambil meringis. "Kenapa dunia kejam sekali."
Mereka tertawa kecil. Tapi saat sedang melewati koridor menuju kantin, seseorang terburu-buru berlari dari arah berlawanan dan—BRUK!
Tubuh Pin tersenggol cukup keras. Dia sempat kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Untung Gemini cepat menarik lengannya.
"Hei!" bentak Gemini.
Orang yang menyenggol langsung minta maaf. "Maaf! Aku nggak lihat, aku buru-buru, maaf banget!"
Pin mengangguk kecil. "Nggak apa-apa... aku nggak papa, kok."
Namun di belakang mereka, Azzu berdiri membeku.
Telinganya menegang. Tatapannya berubah. Dan satu hal yang jelas terpancar dari sorot matanya adalah...
KEMARAHAN.
Itu bukan sekadar senggolan. Itu serangan terhadap anaknya.
Tapi Azzu tak bisa bertindak gegabah. Bukan karena dia takut. Tapi karena dia harimau terlatih.
Semua keputusan besar harus ada izin dari Kritt.
Jadi sekarang, Azzu sedang berjalan, mencari. Hidungnya menunduk, mencium jalan. Hatinya panas. Cakar-cakarnya menyentuh ubin kampus dengan suara lembut tapi mengancam.
Dan akhirnya...
Di taman belakang gedung fakultas bisnis, duduklah seorang pemuda dengan wajah tampan, kacamata bundar di hidungnya, buku di pangkuannya, dan segelas kopi dingin di tangan.
Kritt.
Azzu langsung menghampiri. Cepat. Tanpa suara. Tapi begitu tiba di dekat Kritt, harimau itu duduk diam. Menunggu.
Kritt mengangkat wajah. Memandang. "Ada apa, Azzu?"
Azzu menggeram pelan. Tak agresif. Tapi ada nada marah.
Kritt menutup bukunya. "Siapa yang ganggu Pin?"
Azzu mengangguk.
"Parah?"
Azzu mengangkat kaki depannya, menggaruk pelan tanah.
"Terjatuh?"
Azzu mendesis rendah. Lalu mengangguk lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
2Moons
FanfictionKapal yang berlayar : JossKritt & PinSanta Ghostship Area ⏩ LGBT area☠️ so, HOMOPHOBIA dilarang mendekat. ⏩Area dewasa🔞 ⏩MPreg Area ⏩Kapal hantu bertaburan ☠️, jangan harap kapal benar berlayar disini. ⏩TYPO & kata yang hilang bertebaran. ⏩ Update...
