22 : Secara Tidak Langsung, Abang Sudah Janji Padaku!

171 28 5
                                        

❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️

"Aku mencintaimu, Kritt ...."

Kata-kata itu dapat Kritt dengar samar-samar, sebelum akhirnya dia kehilangan kesadaran.

Sedangkan si pria masih saja memiliki kesadaran, terlihat dari dia mengusap bibir Kritt yang terlihat berdarah akibat gigitannya.

Sebelum kembali menggerakkan tubuhnya, karena dia belum selesai meninggalkan jejak kepemilikannya di tubuh Kritt.

Dia akan mengisi perut datar Krit dengan jutaan benihnya, memberikan bekas cinta di seluruh tubuh Kritt dan terus melantunkan namanya selagi pinggulnya terus bergoyang mengejar kenikmatan.

09:21 pm.
Joss keluar dari kamarnya, dia mau beli makanan dan obat untuk Kritt. Tentu saja tubuh Kritt sudah dia bersihkan, bahkan sprei di kasur pun sudah dia ganti. Kamarnya sudah rapi, tidak berantakan lagi seperti tadi.

Ketika dia kembali ke asrama, dia bertemu dengan Bright dan Max di pintu gerbang masuk. Dua orang itu baru pulang, selesai kegiatan klub mereka pergi makan bersama dengan anggota klub basket lainnya.

Mereka melihat barang belanjaan Joss yang cukup banyak.

"Itu untuk stok seminggu?" Tanya Bright tidak heran lagi mereka melihat Joss belanja bahan masakan.

"Gak juga, paling 3 hari sudah habis." Jawab Joss lalu dia masuk di saat Max mendorong pintu asrama. Mereka sudah sampai di lobi asrama.

"BTW, pertandingan boxing mu kapan?" Yang bertanya ini Max.

"Sabtu minggu ini." Jawab Joss baru ingat kalau dia belum memberitahu Kritt. Dari Sasana tinju mereka ada lima orang perwakilannya, yaitu Joss, Lee, Type dan dua orang anggota senior.

"Ngomong-ngomong, tadi Fah datang ke klub, dia nyari kamu." Cerita Bright tadi dia sempat bicara dengan Fah.

"Terus, apa dia ketemu dengan Gawin?" Dalam hatinya Joss berharap mereka tidak bertemu. Soalnya kalau bertemu mereka pasti berantem.

"Gak, soalnya ketika Fah datang, Gawin lagi bicara dengan pelatih." Terang Bright kemudian Max bicara, "Masih musuhan aja mereka padahal kejadian itu sudah lama berlalu?"

"Mau bagaimana lagi, Fah itu suka memendam dendam." Cetus Joss, namun di satu sisi dia mengerti kenapa Fah sampai memendam dendam dengan Gawin.

Akhirnya mereka pisah di kamar masing-masing, dan begitu Joss masuk kamar, dia dapati Kritt menangis di depan pintu dengan tubuh terbungkus kain selimut.

Auto panik Joss dibuatnya, "Sayang, kamu kenapa menangis?" Dia mengusap lembut pipi Krit yang basah.

"Lain kali kalau abang pergi itu, bilang-bilang. Jangan main pergi aja..." Suaranya terdengar sengau akibat menangis dan juga akibat dia yang terus mengerang erotis saat mereka bercinta tadi.

2MoonsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang