Kapal yang berlayar : JossKritt & PinSanta
Ghostship Area
⏩ LGBT area☠️ so, HOMOPHOBIA dilarang mendekat.
⏩Area dewasa🔞
⏩MPreg Area
⏩Kapal hantu bertaburan ☠️, jangan harap kapal benar berlayar disini.
⏩TYPO & kata yang hilang bertebaran.
⏩ Update...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bawahan terpercaya Kritt.
❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️
Pagi itu, Gawin tak lagi hanya membaca laporan. Ia mulai bergerak.
Ia tak bekerja sendiri. Di balik wajah kalem dan penampilannya yang selalu rapi, Gawin memiliki jejaring yang dibangun diam-diam selama bertahun-tahun. Orang-orang yang dia temui di lorong panti asuhan, aktivis HAM yang pernah membantunya, dan bahkan mantan wartawan gosip yang kini jadi penulis lepas—mereka semua menyimpan hutang budi pada Gawin. Dan hari ini, ia menagihnya.
Di layar laptopnya, ia membuka folder bernama "Putri Duri"—kode untuk skandal Esther Supreeleela Luangsodsai. Foto-foto, transkrip pesan, catatan rumah sakit, laporan kepolisian yang sempat dilenyapkan—semua kembali muncul ke permukaan. Satu per satu, Gawin unggah ke server privat. Diam. Bersih. Tanpa jejak.
Sebuah pesan dikirim lewat aplikasi terenkripsi:
Kepada: Maya | Jurnalis Independen Subjek: Kasus Lama. Nama Besar. Bukti Nyata.
"Jika kamu masih peduli pada kebenaran, lihat ini. Tapi hati-hati, yang kamu sentuh bukan cuma gosip keluarga. Ini monster yang akan menggigit balik."
Tak lama kemudian, notifikasi masuk. Maya membalas dengan dua kata saja: "Aku siap."
Gawin menyandarkan tubuhnya. Senyum puas kembali bermain di bibirnya.
"Mari kita robek topeng mereka. Biarkan publik jadi hakim. Dan saat nama Luangsodsai jadi bahan olok-olok... aku akan jadi satu-satunya yang berdiri tanpa noda."
⏩️⏩️
Di tempat lain, di sebuah ruangan luas bergaya industrial yang menghadap kota, Kritt sedang duduk santai sambil menyesap teh dari cangkir porselen Cina. Ia sedang membaca laporan dari bawahannya. Sebuah notifikasi digital masuk ke tabletnya.
"Gawin mulai menggerakkan media, Tuan. Wartawan pertama sudah mengakses data. Target: Esther Supreeleela Luangsodsai." Jelas Bastian.
Senyum Kritt tipis, hampir seperti tak bernyawa. Ia meletakkan cangkirnya perlahan.
"Bagus."
Bawahannya tampak ragu. "Apakah... kita perlu hentikan? Atau paling tidak, pantau siapa saja yang dihubungi?"
Kritt menggeleng pelan. "Jangan. Biarkan mengalir seperti air ke pipa bocor. Justru... semakin cepat Esther jatuh, semakin kacau rumah Ken. Dan saat rumah itu retak, siapa pun yang tinggal di dalamnya—akan saling menerkam."
Ia berdiri, lalu berjalan ke rak buku di belakangnya. Dari salah satu rak tersembunyi, ia menarik keluar map berlabel "Tonliew—Penerus Palsu." Matanya menatap iba pada nama itu, namun segera dia tepis. Sebab malaikat dan iblis tak pernah punya hati.
"Esther pikir dia sedang mengatur takhta untuk putranya. Tapi semua orang di istana itu sudah diberi racun. Dan racunnya... berasal dari Gawin sendiri."