Kapal yang berlayar : JossKritt & PinSanta
Ghostship Area
⏩ LGBT area☠️ so, HOMOPHOBIA dilarang mendekat.
⏩Area dewasa🔞
⏩MPreg Area
⏩Kapal hantu bertaburan ☠️, jangan harap kapal benar berlayar disini.
⏩TYPO & kata yang hilang bertebaran.
⏩ Update...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Harimau jantan Ukuran tubuhnya jauh lebih besar dan tinggi dari Azzu. Dia lebih pemalas dari Azzu
⏩️⏩️
Azzu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Harimau betina
❄️❄️❄️💙💙💙❄️❄️❄️
Butik Pamigax berdiri megah di kawasan elit Bangkok, bergaya modern-minimalis dengan kaca besar yang memantulkan sinar mentari sore. Dari luar tampak seperti galeri seni... sampai seseorang melihat lebih dekat dan mendapati satu rak penuh gaun es berlian dan setelan pria dengan sulaman tangan dari Italia.
Hari itu, butik tutup untuk umum. Karena tamu spesial sudah datang.
"Selamat datang, anak-anakku! Waduh, makin ganteng aja kalian ya!" seru Pamigax, wanita elegan berkacamata besar dan baju neon biru, yang langsung mencium pipi Kritt dan Pin bergantian.
"Bibi Pam," sapa Kritt kalem.
Pin langsung memeluk erat. "Aku kangen banget!"
JD dan Azzu masuk lebih dulu sebelum Type sempat menahan.
"ASTAGA!" Pegawai butik menjerit kecil. "M-MACAN?!"
Pamigax cuma tertawa pelan. "Tenang, mereka lebih sopan dari mantanku yang keempat."
JD sudah duduk anggun di sofa tengah, kepala diangkat seperti raja. Azzu? Dia berguling di karpet bulu putih, membuat pegawai nyaris pingsan.
Type datang belakangan, tangan menenteng dua kantong minuman dan wajah seperti baru lulus ujian matematika tingkat dewa.
"Aku baru parkir dua menit, kenapa harimau sudah masuk ruang fitting?"
"Mereka ikut bantu pilih warna kain," jawab Pin sambil tersenyum polos, berdiri di antara deretan gaun putih seperti pangeran dari dongeng.
"Mereka nggak bisa liat warna."
"Tapi mereka bisa liat siapa yang pantas pake warna itu," sahut Kritt, yang langsung menuju deretan jas tanpa banyak bicara.