30 : Ingkar Janji Lagi

123 25 14
                                        

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu 100 menit, akhirnya Kritt dan Joss tiba di asrama kampus, tempat Joss tinggal.

Kritt mengantar Joss pulang, dan sekarang sudah jam 09:27 pm. Kemungkinan, jam sepuluh malam baru Kritt sampai di rumah.

"Hati-hati dan sampai jumpa besok!" Seru Joss setelah menutup pintu mobil.

Kritt mengangguk ringan, setelahnya mobil yang dia kendarai segera meninggalkan perkarangan asrama. Begitu mobil yang Kritt kendarai sudah hilang dari pelupuk mata Joss, baru pria tinggi berotot itu masuk ke gedung asrama.

Joss mengernyit kala dia dapati Gawin tertidur di depan pintu kamarnya, sepertinya pemuda itu menunggu Joss sampai tertidur.

"Gawin, kenapa kamu tidur di sini?" Dia membangunkan Gawin seraya menggoyang-goyangkan pundaknya dengan pelan. Yang dibangunkan segera membuka mata, lalu memeluk Joss dengan mata berkaca-kaca,

"Kenapa ponsel abang gak aktif, aku khawatir banget tahu..." Oceh dia masih memeluk Joss dengan erat, namun pelukan itu segera Joss urai.

"Sebaiknya kita bicara di dalam. Lihat, tubuhmu sudah dingin begini karena tidur di lantai." Katanya sambil membantu Gawin berdiri lalu membuka pintu. "Besok aku akan memberimu kunci kamar asramaku. Supaya jika kamu mau menungguku, kamu bisa menungguku di dalam. Jangan seperti ini lagi. Bagaimana jika hari ini aku tidak pulang ke asrama, apa kamu akan terus menungguku sampai pagi?" Omel dia membuat bibir Gawin mengerucut.

Besok, pulang ujian akhir semester, Joss akan ke pasar tuk menduplikat kunci kamar asramanya. Tak sampai hati dia melihat Gawin menunggunya seperti itu.

"Jangan cemberut!" Ucap Joss lalu mencubit pipi Gawin sebentar.

Klik'
Pintu tertutup, Gawin sendiri sudah berlari menuju single bed Joss, dia langsung merebahkan tubuhnya di sana serta memeluk boneka Kritt. "Jadi kenapa ponsel abang mati? Kehabisan baterai ya?" Tanya dia lagi karena pertanyaan ini belum Joss jawab.

"Sepertinya begitu." Jawab Joss baru melihat ponselnya, segera dia charger. Siapa tahu nanti Kritt mengabari dia perihal dia yang telah sampai di rumah.

"Ih, abang kebiasaan banget, lain kali jangan gitu lagi ya, aku khawatir banget tahu. Aku pikir abang kenapa-napa."

"Iya, cerewet!" Imbuh Joss kali ini dia mengusap lembut kepala Gawin, lantas dia pergi ke kamar mandi tuk membersihkan dirinya. Sedangkan Gawin tetap di sini, memperhatikan setiap jengkal kamar Joss. Kini atensinya berhenti pada foto Joss dan Kritt yang ada di meja belajar Joss. Beranjak dari tempat tidur, dia melangkah kesal ke arah foto tersebut. Sebab di foto itu Joss dan Kritt sangat mesra. Joss memeluk Kritt dari belakang di saat pipinya Kritt kecup seraya berjinjit.

"Apa-apaan ini?" Rutuknya tanpa dia tanya pun kepada Joss, lelaki di foto ini pasti pacar Joss. Ingin dia buang foto itu ke tong sampah, tapi dia takut Joss marah.

Hatinya semakin tak tenang, lantas dia membuka lemari Joss, "Sudahku duga, lelaki murahan itu pasti pernah menginap di sini." Gerutu dia benci melihat ada beberapa stel pakaian yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh Joss. Dan yang hebatnya, pakaian itu barang bermerk semua. "Sialan! Dia pasti mendekati abang Joss karena tahu abang Joss cucu orang kaya." Ngedumel dia kini dia ambil baju kaos hitam itu. Dia pakai begitupun dengan celananya. Sedikit kecil dan pendek, namun tetap dia pakai. Sebab dia pikir pakaian itu Joss yang belikan.

"Kamu sedang apa?"

Suara Joss yang tiba-tiba membuat Gawin terperanjat kaget. "Eh abang, ini baju siapa sih? Bagus banget. Dingin dan enak di pakai. Aku minta ya bang, aku suka!" Ucap dia mengulas senyum pada Joss yang sudah berkerut keningnya.

2MoonsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang