"Maaf ji tante.. Saya pikirka tadi kita pacarnya Kenzie"ujar Endi kikuk. Anak itu menggaruk tengukuknya sambil menatap Caca malu-malu.
"Ahaha iyaa gapapa. Kamu yang namanya Endi, ya?"
"Eh, iya tante. Saya Hendri panggilannya Endi. Teman sekelasnya Enzie--eh Kenzie"kata Endi mengenalkan diri. Caca mengangguk sambil tersenyum.
"Iya Kenzie cerita katanya punya temen baru dari Makassar. Orangnya lucu banget. Hari ini tante baru bisa ketemu langsung ternyata emang lucu, baik anaknya"
"Aduh, jadi malu"Caca spontan tertawa dengan respon anak itu.
Safi yang sejak tadi memeluk kaki Kenzie menoleh ke Endi.
"Om ini siapa?"
Endi yang mendengar ucapan Safi langsung berjongkok di depan Safi.
"Eh, masa panggil om. Panggil Kakak dong"katanya cepat. Safi menatapnya sebentar lalu kembali memeluk kaki Kenzie menolak untuk memanggil Endi kakak.
"Dekk, lepasin kakak biarin kakak makan dulu"tegur Caca. Si bungsu itu sama sekali tidak mau lepas dari kakaknya.
"Ndak mauu, adek kan meluk kaki bukan tangan"jawabnya. Caca sontak menggeleng. Anak itu sekarang pintar sekali menjawab ucapannya.
"Endi ayo sini makan bareng Kenzie.."
"Duluan tante, masih kenyang"tolak Endi malu-malu.
"Ah masa kenyang sih, ini udah jam empat sore loh. Ayo sini makan yuk. Gausah malu-malu"kata Caca lagi.
"Manggilnya harus tiga kali maa, kata Endi gitu baru dia mau makan"sahut Kenzie. Endi langsung panik karena Kenzie membocorkan rahasianya.
"Ah sembarang ko Enzie. Iye iye tante. Saya cuci tangan dulu"ujar Endi yang akhirnya beranjak dan mencuci tangan lalu bergabung dengan Kenzie dimeja makan.
"Bucin sekali ki sama kakaknya"gumam Endi pelan melihat kedekatan kakak beradik itu. Safi yang masih tidak mau lepas dari Kenzie. Dan Kenzie yang sesekali menyuapi Safi makanan.
"Si adek emang bucin banget nih sama kakaknyaa. Iya kan, dek?"ujar Caca. Safi mengangguk cepat. Endi terkekeh pelan sementara Kenzie melanjutkan makan dan menyuapi Safi juga. Caca berpindah ke kamar mengambil ponselnya untuk mengabari Kaffa.
________
"Mau pamit pulang dulu tante.."
"Udah mau pulang?"Caca yang tengah menonton tv menoleh.
"Iya Tante, sudah sore juga"Endi mendekat dan menyalim tangan Caca.
"Hati-hati ya"balas Caca sambil tersenyum. Endi mengangguk, lalu menoleh ke Kenzie.
"Enzie… besok jangan lupa tugasnya"
"Iya"Kenzie mengangguk. Endi kemudian menoleh ke Safi yang tengah serius bermain game di hp Kenzie.
"Bye, adek"
Safi menoleh sebentar sebelum kembali lanjut bermain. Tak begitu perduli. Kenzie mengantar Endi sampai depan pintu.
******
Ruang tengah apartment hanya diterangi lampu dari meja tempat Kenzie belajar. Laptopnya terbuka, beberapa buku dan kertas tugas berserakan di sekelilingnya.
"Adek cuci kaki dulu ayokk"Dari kamar, suara Caca terdengar memanggil. Safi yang sedang duduk di lantai ruang tengah sambil memainkan mobil-mobillan langsung menggeleng keras.
"Gamauu.. Adek mau main"
"Eh, ini udah mau jam sepuluh dekk. Udah jam tidurnya kamu. Ayo sini cepetan cuci kaki dulu"Caca keluar dari kamar sambil menyilangkan tangan di dada.
