Papa Pilih Siapa?

1.7K 173 36
                                        

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, Kenzie langsung buru-buru membereskan buku ke dalam tasnya. Mikha yang duduk di sebelahnya juga sigap memasukkan barang-barangnya.

"Buruan, Zie! Lima belas menit doang ini waktunya!"Mikha ngingetin sambil ngerapihin rambutnya yang agak berantakan.

"Iya, iya, ayo!" Kenzie udah siap jalan duluan, tapi langsung berhenti waktu liat Mikha masih sibuk nutup resleting tas. Mereka berdua menyelinap keluar kelas sebelum dipanggil temen-temen buat nongkrong. Kenzie dan Mikha punya agenda mereka sendiri!

"Jadi kita mau ke mana?" tanya Kenzie.

"Ke cafe yang kamu bilang. Gimana sih!! Ayok! Sepuluh menit cukuplah buat minum sama ngobrol"ujar Mikha.

"Yaudah ayok naik"Kenzie memberikan helm untuk dipakai Mikha. Waktu mereka di luar tidak banyak jadi harus serba cepet.
Mikha naik ke boncengan Kenzie dan langsung keluar dari gerbang sekolah. Sayup-sayup terdengar teriakan Biru yang meminta tumpangan pulang.

Kurang dari lima menit, mereka sudah sampai di kafe kecil yang tidak jauh dari sekolah. Mikha langsung pesen dua iced latte tanpa nanya Kenzie mau apa, karena dia udah hapal. Sementara Kenzie celingukan nyari tempat kosong.

"Di pojok sana, yang deket jendela aja" Mikha nunjuk ke salah satu meja kecil yang ada di pojok. Kenzie bawa pesenan minuman sambil ngintilin Mikha dari belakang.

Keduanya akhirnya duduk, Mikha langsung selonjorin kakinya di bawah meja, keliatan lebih santai dibanding tadi pas masih kejar-kejaran di sekolah.

"Gimana sesi belajarnya? Gurunya galak gak?"tanya Mikha sambil ngaduk minumannya. Kenzie nyender ke sandaran kursi, nyeruput minumannya pelan-pelan.

"Enggak, baik kok kakaknya. Alhamdulillahnya aku paham pas dia ngejelasin"balas Kenzie.

"Kakaknya masih muda?"tanya Mikha. Kenzie mengangguk. Anak itu ambil macaroon dan nyuapin Mikha.

"Cantik gak?"tanya Mikha lagi. Kenzie spontan mengangguk dan langsung mendapatkan decakan dari Mikha.

"Yah namanya juga cewek pasti cantiklah. Masa ganteng sihh"kata Kenzie memilih jalan aman. Sementara Mikha udah ada radar kalau sebentar lagi bakal ngambek.

"Awas ya kalau kamu sampai suka sama guru les kamu! Aku pites pokoknya!!"ujar Mikha mengancam. Kenzie menghela nafas pasrah.

"Yakalii. Seleraku bukan kakak-kakak tau"

"Ah masaa~tadi aja langsung ngangguk pas aku tanya cantik apa enggak. Bleh!"

"Yah kan emang kakaknya cantik---manyun mulu aku cium nih disini"ujar Kenzie yang sedetik setelahnya langsung meringis lantaran mendapatkan tendangan cinta Mikha dari bawah meja.

"Ish! Aku aduin mamamu yaaa!!"Mikha mendengus lalu buang muka. Tapi tiba-tiba pandangannya menatap dua orang familiar yang lagi jalan berdua sambil pegangan tangan lewat di depan cafe.

"Lah? Mereka pacaran?"ujar Mikha menunjuk ke arah luar. Kenzie pun sontak mengikuti arah telunjuk Mikha dan melihat dua orang yang dilihat Mikha tadi. Tian dan Nana.

"Aduh alamat, kasian Esa"Kenzie langsung menepuk keningnya. Mikha masih ngeliatin dua orang itu yang sekarang udah jalan menjauh.

"Gila sih, kapan jadiannya? Kok Nana gak ngomong?"Mikha pun bingung. Selama dia sama Nana temenan cewek itu tidak pernah sama sekali cerita lagi dekat sama cowok setelah putus dari Esa. Tapi kok ini tiba-tiba udah jalan sama Tian sampe gandengan tangan pula!

"Padahal aku pikir Nana bakal balikan lagi sama Esa. Kemarin-kemarin masih galau tuh dia"Mikha bersandar ke kursi, tangannya muter-muterin sedotan di gelasnya.

SON|| SEQUEL HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang