"Gebrakan Dari Yoongi"

123 22 36
                                        


"Kalian jelasin nanti, sekarang kita harus keluar dulu dari hutan ini. Kalian masih kuat jalan kan?"

"Masih bang"

"Bagus" Saat ketiga pemuda itu mulai beranjak dari duduknya. Umji yang tadi pingsan akhirnya sadar. Hal pertama yang gadis itu lihat saat membuka mata, adalah wajah Yoongi yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya, karena posisinya masih berada dalam dekapan si pria maret.

"Aa... "

"Hmm? Akhirnya lo sadar juga Ji"

"Sebaiknya, kita pulang ke rumah Aki ku. Soalnya sosok yang bawa adik-adik Aa masih ngikutin mereka, aku gak punya tenaga lagi buat ngusir dia"

"Oke, lo tunjukin aja jalannya" Umji mengangguk lesu dan beranjak dari dekapan Yoongi. Namun, saat gadis itu berusaha berdiri, tubuhnya kembali lemas dan hampir terjatuh. Untung saja Hyunjin yang ada di dekat sana menahan punggung gadis itu agar tidak jatuh.

"Lo gapapa, kak?"

Umji mengangguk "Gapapa, makasih ya" Senyum tulus dengan wajah pucat yang Umji tunjukkan, entah kenapa membuat Hyunjin merasa bersalah. Ia masih mengingat perkataan Taehyung di mimpinya? Atau apapun itu. Ia adalah anak dari Prabu dan permaisuri yang sudah membunuh selir Gayatri. Dan rupa selir itu mirip sekali dengan Umji, bahkan nama panjangnya juga sama.

"Ayo naik Ji, gue gendong" Lamunan Hyunjin buyar saat mendengar ucapan Yoongi. Saat melirik, rupanya pria itu sedang berjongkok membelakangi Umji. Menyuruh agar gadis itu naik ke punggungnya.

Wajah pucat Umji sedikit bersemu, ketika gadis itu naik ke gendongan punggung Yoongi.

Akhirnya mereka pun jalan pulang ke rumah Aki Umji dengan formasi, Ni-Ki di depan sebagai pembuka jalan, Yoongi-Umji di tengah, lalu Jungkook-Hyunjin di belakang. Ketiga pemuda yang habis mengalami perjalanan lintas dimensi itu memilih berjalan dalam diam. Pikiran dan emosi mereka masih campur aduk, sehingga membuat mereka bingung dan bertanya-tanya. Apakah yang mereka alami itu nyata atau sekedar bunga mimpi?

Hari sudah benar-benar gelap saat mereka sampai di rumah panggung sederhana milik Aki Umji. Di depan pintu masuk, pria tua yang sudah renta nampak menyambut kedatangan mereka dengan senyum lega. Beliau tidak bertanya apa-apa dan malah menyuruh para pemuda itu untuk masuk dan istirahat. Seakan-akan kejadian barusan sudah ia prediksi sebelumnya.

"Minum ini, rasanya memang pahit, tapi ini bagus untuk mengembalikan tenaga kalian" Aki Umji memberikan 3 cangkir ramuan herbal yang langsung anak-anak itu habiskan meski enggan.

"Setelah ini kalian mandi, lalu istirahat" Hyunjin dan Ni-Ki mengangguk, sementara Jungkook malah menatap melas Aki Umji.

"Ki, boleh minta makan sekalian gak? saya lapar.... "

Yoongi yang duduk di sampingnya memicing tajam "Kook, jangan malu-maluin"

"Tapi gue laper bang, dari kemaren belum makan" Yoongi menghela nafas, sedangkan Aki tertawa kecil. "Tenang saja, nanti Aki siapin makan. Yang penting sekarang kalian bersih-bersih dulu"

"Siap Aki!" Dengan semangat 45, Jungkook, Hyunjin dan Ni-Ki beranjak ke kamar mandi untuk mandi secara bergantian.

Kini, diruang tengah hanya menyisakan Yoongi dan Aki karena Umji istirahat di kamarnya, akibat tenaganya yang terkuras habis setelah menyelamatkan trio rusuh.

"Kamu sudah memprediksi ini akan terjadi kan, Jang?" Yoongi mengangguk dengan rasa bersalah.

"Iya Ki, saya ngerasa bersalah sama adek-adek saya. Karena rasa penasaran saya sama Umji, saya jadi ngebahayain mereka"

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang