"Drama Per-Iparan"

58 15 18
                                        


2 hari berlalu setelah kembali ke Jakarta. Kediaman Syarifuddin terasa semakin ramai karena kedatangan anggota keluarga baru, Umji. Istri dari Yoongi itu masih saja malu-malu dan segan. Untungnya baik saudara sang suami maupun iparnya, menerima kehadiran Umji dengan baik. Terutama Jihyo dan Ryujin, istri dari Namjoon dan Hoseok itu selalu jadi yang pertama mengajak ngobrol atau menawari sesuatu.

Contohnya, saat Umji pertama kalinya ikut makan malam bersama semua keluarga Yoongi. Seokjin sengaja masak makanan yang belum pernah Umji makan, seperti udang goreng tepung, cumi kecap, dan lain sebagainya.

"Udangnya mau nambah lagi?"

Umji menggeleng dan tersenyum sopan "Gak usah kak, aku udah kenyang"

Ryujin yang duduk disebelah Hoseok tiba-tiba berceletuk "Makan dikit gitu, kenyangnya dimana, Teh?"

"Mungkin Umji emang porsi makannya segitu, gak kayak lo yang makannya porsi kuli" Sambar Jihyo yang membuat mereka tertawa.

"Gapapa, kalo kenyang gak usah dipaksain. Tapi, kalo masih mau jangan ragu, ambil aja" Ucapan Seokjin diangguki Umji.

Mereka sangat berusaha agar Umji nyaman tinggal bersama mereka. Jadi terkadang perhatian mereka agak berlebihan dan lebih cenderung ke memanjakan. Sebenarnya wajar, namun sayang, hal itu malah memunculkan kecemburuan dan rasa iri di diri menantu keluarga Syarifuddin yang lain, yaitu Rose.

Perempuan hamil yang sedang menunggu hari kelahiran itu awalnya menyambut Umji dengan baik. Namun, setelah dua hari ini ia melihat kalau Jihyo, Ryujin, bahkan Seokjin memberi perhatian lebih pada Umji, membuatnya sedikit terasingkan. Padahal selama ini, ialah yang diberi perhatian khusus dan di manjakan karena sedang mengandung calon penerus keluarga Syarifuddin. Tapi semua itu malah beralih pada seorang gadis desa lugu yang dibawa Yoongi sebagai istrinya.

Bahkan, Rose sempat mendengar percakapan Yoongi, Umji dan Abah lewat vidio call malam kemarin. Ayah mertuanya itu terlihat sangat bahagia dan menyambut kedatangan Umji dengan suka cita. Abah juga membujuk pasutri itu untuk melangsungkan resepsi pernikahan secara besar-besaran, namun keduanya tetap menolak. Akhirnya abah berjanji akan memberikan hadiah khusus untuk mereka.

Hal itu, membuat perasaan iri di diri Rose semakin besar. Kenapa ayah mertuanya sebegitu pedulinya pada Yoongi dan Umji? Kenapa ia dan Jimin diperlakukan berbeda? Tak ada tuh ia ditawari acara resepsi atau kado pernikahan yang mewah? Yang ada, suaminya malah harus kerja sana-sini untuk mempersiapkan biaya kelahiran anak pertama mereka, sekaligus cucu pertama keluarga Syarifuddin.

Seperti siang ini, ke empat menantu keluarga Syarifuddin sedang berkumpul di ruang tengah sambil menikmati seblak kerupuk buatan Umji. Seblak ala Umji itu resepnya masih tradisional dan belum di campur segala macam seperti seblak modern. Umji hanya mengulek cabai rawit hijau, kencur, bawang putih dan bawah merah. Isiannya pun hanya kerupuk biasa yang direndam dengan air panas sampai mengembang, baru dimasukan kedalam bumbu ulek yang ditumis. Diberi garam dan gula pasir secukupnya, lalu di aduk rata, dan setelah matang langsung disajikan.

"Beda ya, kalo seblak buatan orang Bandung asli, lebih mantap!" Celetuk Ryujin yang duduk lesehan dengan sebelah kaki ditekuk, persis makan mamang-mamang kuli.

"Iya bener, enak banget seblak buatan kamu, Ji" Timpal Jihyo.

Umji yang di puji hanya tersenyum kecil "Makasih Teh, aku seneng kalo kalian suka sama masakan aku"

"Seblak doang gak bisa disebut masakan. Kalo udah bisa masak yang lain, baru disebut masakan" Celetuk Rose yang duduk di sofa sendirian, karena perut besarnya tidak mengizinkan ia untuk duduk lesehan bersama yang lain.

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang