Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

"Otw KUA+RS"

1 1 0
                                        


Yeonjun tak sempat mengeluarkan satu patah kata pun ketika tubuhnya diseret dari kamar di lantai dua, menuju ruang tengah yang ada di lantai bawah. Bahkan saat sebuah bogeman mentah mendarat di wajah tampannya, Yeonjun hanya bisa pasrah.

Bugh!

Bruk!

Tubuh bongsor milik si sulung keluarga Ramdani itu oleng lalu ambruk ke lantai. Nafasnya tercekat, dan rahang serta sudut bibirnya terasa berdenyut sakit. Namun itu tak seberapa, dibandingkan rasa mencekik dari aura yang dikeluarkan oleh abang satu ayahnya, Hoseok.

Pria yang biasa menebar keceriaan itu kini memasang wajah dingin, yang membuat suhu di dalam ruangan itu serasa membeku. Tatapannya menajam, dan giginya bergemeletuk menahan emosi.

"Gue tanya sekali lagi, ngapain lo berduaan di kamar Yeji?"
Hoseok jongkok di samping Yeonjun, lalu mencengkram rahang bawah pemuda itu kasar. Membuatnya agar mendongak dan menatap langsung ke arah matanya.

Yeonjun tidak bisa menjawab, karena semua kalimat sanggahannya serasa tertahan di tenggorokan.

"Lo gak belajar dari apa yang di alamin abang lo, Jun? Liat Jimin! Itu bukti nyata dan konsekuensi yang bakal lo alamin, kalo lo lebih ngedepanin nafsu daripada otak."

"M-Maafhh... " Hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulut Yeonjun.

"Gak perlu minta maaf ke gue. Toh konsekuensi dari apa yang lo lakuin, bukan gue yang nanggung. Gue cuma kecewa aja sama lo--"

"KAK HOSEOK!" Ryujin turun dari tangga sembari berteriak memanggil nama suaminya. Gadis itu panik karena takut Hoseok menghajar Yeonjun hingga babak belur.

Melihat kedatangan istrinya diikuti Yeji yang berdiri gugup di belakangnya. Hoseok melepas cengkraman tangannya di rahang Yeonjun, lalu ia berdiri dan menghela nafas lelah.

"Bangun, Jun. Duduk di kursi. Lo juga, Ji" Hoseok melirik Yeonjun dan Yeji bergantian.

Tanpa kata, Yeji berjalan mendekat lalu membantu Yeonjun berdiri. Setelah itu keduanya langsung duduk di sofa yang ada di sana. Begitupun Hoseok yang ikut duduk di sofa tunggal menghadap ke pasangan tersebut. Sementara Ryujin berjalan ke dapur untuk membuat minum, atas titah sang suami.

3 menit kemudian, Ryujin datang membawa segelas air putih yang langsung diteguk habis oleh Hoseok. Lalu, mahasiswi teknik mesin itu duduk di lengan sofa yang di duduki Hoseok. Ikut memperhatikan ekspresi pasangan yang tercyduk mesum tersebut.

Hoseok menghela nafas, berusaha menurunkan emosinya yang sempat meledak. Lalu ia tatap Yeonjun dan Yeji yang kini menunduk tanpa kata.
"Disini gue ngomong sama kalian sebagai abangnya Yeonjun, sekaligus adek iparnya Yeji. Gue gak masalah kalian punya hubungan asmara. Entah itu statusnya pacaran, hts atau just friend, gue gak perduli. Tapi satu hal yang harus kalian tanem di otak dan hati kalian, TAU BATASAN."

Hoseok mengusap wajahnya frustasi, membuat Ryujin yang duduk disisinya reflek memijat bahu suaminya itu.
"Yeonjun, Yeji, kalian nyadar gak sih? Kalian itu anak sulung dari lima bersaudara. Kalian sama-sama punya empat adek. Coba bayangin, gimana tanggapan adek kalian pas tau kelakuan kakaknya kayak gini?"

"Jun, lo punya Soobin, Beomgyu, Taehyun sama Kai. Lo juga, Ji, punya Lia, Ryujin, Chae sama Yuna. Apa kayak gini kelakuan kakak yang dijadiin contoh sama mereka?"

Tanpa sadar, air mata Yeji menetes di pipinya tanpa suara. Yeonjun sadar itu, namun ia memilih diam.
"Gue tau yang namanya jaga nafsu itu susah, apalagi buat cowok, karena gue juga pernah ada diposisi itu. Makanya gue ngebet buat cepet-cepet nikahin Ryujin. Kenapa? Karena gue takut ngerusak cewek yang gue cintai. Tapi, kalo seandainya kalian emang belum mampu buat nikah, ya jangan bablas. Kalian emang gak liat gimana kehidupan Jimin sama Rose?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: an hour ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang