"Misi Dari Nini"

140 18 10
                                        


Selesai sarapan Seokjin langsung mengajak Jihyo, Sakura, Ryujin dan Jeongin ke kebun belakang rumah untuk memanen sayur yang akan mereka jadikan menu makan malam nanti. Sebelum ke kebun Jihyo dan Sakura sempatkan untuk memakai sunblock agar kulit mereka tidak terbakar teriknya sinar matahari. Selain itu mereka juga memakai topi anyam supaya tidak panas. Sementara Jeongin di suruh memakai sofel oleh Bangchan agar tidak di gigit nyamuk. Tadinya Seokjin menyarankan agar memakai minyak telon anti nyamuk saja, namun Jeongin menolak. Berbeda dengan Ryujin yang bodoamat, toh ia sering panas-panasan ketika bermain bola dilapangan. Ia juga tidak takut digigit nyamuk, karena motonya kalau ia digigit nyamuk ya tinggal gigit balik.

"Jadi kita mau panen apa nih kak?" Tanya Jihyo

"Bagi tugas aja, rencananya gue mau masak sayur lodeh terus mau bikin keripik singkong sama talas buat cemilan. Jihyo sama Sakura kalian metik labu siam, terong ungu, daun melinjo, cabe rawit sama tomat. Ryujin sama Ayen kalian bisa gak nyabut singkong sama talas?"

"Bisa kak, serahin aja sama kita, ya gak Yen?" Ryujin merangkul Jeongin. "Yoiii"

"Oke, kalo gitu gue mau metik kelapa sama pete"

Setelah itu mereka langsung berpencar mengerjakan tugas masing-masing.

Mula-mula kita ke Jihyo dan Sakura. Istri dari Namjoon dan Minho itu tampak menikmati pekerjaan mereka sembari mengobrol.
Jihyo memetik sebuah terong ungu berukuran panjang dan besar lalu ia taruh ke dalam keranjang anyam yang dibawanya. Namun sebelum itu ia malah salfok pada bentuk terong tersebut.

"Ra" Panggilnya pada Sakura yang tengah memetik pucuk daun melinjo atau yang warga setempat sebut daun tangkil.

"Iya mbak?"

"Gue salfok sama nih terong masa" Ucapnya sembari menggenggam terong yang ia petik.

"Salfok kenapa? Mirip sama punya kak Joon ya mbak?" Sakura tersenyum penuh arti.

Jihyo terkikik "Iya eheheh, tapi punya lakik gue gak segede ini juga sih" Jihyo beralih memetik terong lain yang lebih kecil namun panjangnya sama. "Kurang lebih kayak ginilah. Kalo punya Minho gimana Ra?" 🌚

"Sama kayak gitu cuma agak gemukan dikit, makanya kalo dimentokin rasanya penuh banget hehehe" Kedua perempuan itu lalu terkikik dengan obrolan 21+ mereka.

"Eh Ra, lo kan nikah belum ada seminggu tuh. Udah pernah anu berapa kali?"

Sakura memetik pucuk daun melinjo dan menaruhnya kedalam keranjang. "Dua kali, waktu malam pertama sama malam sebelum mudik. Tapi si Minho mah gak puas sekali mbak, 2-3 kali baru mau udahan."

"Ampir sama kayak lakik gue, cuma dia tahan lama anjir, gue udah berapa kali keluar dia belum, kan pegel"

"Tangguh ya kak Joon eheheh. Btw kak, lo pake kb gak?"

Jihyo menggeleng "Awal nikah sempet minum yang pil, tapi semenjak masuk bulan puasa kemarin udah enggak. Kalo lo?"

"Gue enggak, soalnya Minho ngebet pengen cepet punya kloningan. Gara-gara sebelum nikah dia sempet mimpi punya anak cewek, terus liat interaksi kak Jim sama mbak Rose jadi ikutan ngebet" Jihyo mengangguk santai dan beralih memetik labu siam, karena ia merasa 4 buah terong sudah cukup untuk bahan membuat lodeh.

Sementara itu, Ryujin yang sedang mencabut singkong bersama Jeongin tak sengaja mendengar percakapan kedua kakaknya itu.

"Yen... "

"Apa?"

"Lo denger obrolan mbak-mbak itu gak?" Jeongin melirik kearah Jihyo dan Sakura yang saling berbisik lalu terkikik.

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang