"Hari ini mau cari kerja lagi?" Na Young menyeruput minuman dari sedotannya. Suzy masih diam dan hanya memainkan minumannya dengan sedotan digelasnya.
Suzy yang tengah menopang kepala dengan sikut sebagai tumpuan di meja langsung terkesiap saat setelah ia memikirkan sesuatu tadi.
"Emm ... aku rasa Kris punya toko kan?" Na Young mengangguk dengan sedotan di mulutnya.
Suzy tersenyum, ia merasa bahwa Kris pasti bisa membantunya. Ia baik padanya, jadi tidak mungkin Kris menolak Suzy.
"Ya sudah aku mau cari Kris dulu ya." Suzy mengambil tasnya lalu berjalan ke arah perpustakaan kampus ini.
Karena jam segini biasanya Kris berada di perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar membaca buku di sana.
Nampak seorang pria yang tengah duduk dan sebuah buku di tangannya. Suzy berjalan menghampirinya.
"Hai Kris!"
Yang ditanya menengadah ke atas saat melihat Suzy berdiri di depannya.
"Hei Suzy," ia tersenyum lalu menutup bukunya, "tidak biasanya mencariku. Ada perlu denganku?"
Suzy menarik kursi di depannya lalu duduk di sana.
"Hmm ... sebenarnya, ya. Kau punya toko bunga kan?" Kris terdiam sesaat sebelum mengangguk. "Apa ada pekerjaan untukku disana? Ah tuhan, aku sudah mencari pekerjaan ke setiap toko tapi entah kenapa mereka kompak sekali menolakku kemarin." Suzy dengan nada bicara tak semangat.
"Baiklah, kau bisa bekerja disana kalau mau. Nanti siang aku antar ke toko ya." Wajah Suzy berubah menjadi lebih bersemangat. Ia tak tahu harus bilang apa. Dia sunggung berterima kasih pada Kris yang selalu baik padanya.
"Kau itu baik sekali. Tidak ada pria sebaik dirimu di sini, " Suzy menyandarkan punggungnya di kursi, ia terkesiap kembali dan wajahnya sudah menatap Kris tajam, "apa yang harus ku beri untuk membalas kebaikanmu?"
Kris terdiam, ia mengusap dagu dengan telunjuknya. Hingga ia tahu apa yang harus dilakukan Suzy untuknya.
"Makan siang denganku?" Suzy mengangguk. Tidak sulit bukan? Itulah Kris dimata Suzy.
-^^^-
Taehyung tengah santai duduk di depan televisi besar di salah satu ruangan di rumah ini. Nampak seperti putra mahkota bukan? Memang. Banyak minuman dan makanan di depannya.
Sementara di ruangan lain, Suzy tengah sibuk dengan tugas kuliahnya. Ia mulai merasa jenuh. Ia menyingkirkan buku-buku juga laptop miliknya ke tempat yang seharusnya.
Suzy berjalan keluar kamar. Ia hendak mengambil air karena tenggorokkannya terasa kering seperti- gurun pasir.
Ia membuka lemari es dan mengambil botol minum miliknya.
Ia meneguknya hingga habis setengah botol.
Tak hanya itu, Suzy juga mengambil beberapa buah. Tapi saat dia hendak mengambilnya, sudah tak ada persediaan apapun dirumah.
"Rumah orang kaya tidak ada makanan? Dasar orang kaya gadungan ya mereka." Omelnya.
Dengan malasnya, Suzy berjalan ke arah di mana Taehyung berada.
Suzy mendapati pria itu tengah duduk dengan tatapan lurus ke depan.
"Astaga, Tae!" Suzy berjalan ke arah Taehyung dan mengambil beberapa bungkus makanan yang sudah habis, "jadi kau yang menghabiskan makanan dirumah ini?" seringainya.
"Heh, ini rumahku! Jadi terserah aku mau banyak makan, mau tiduran, mau merusak rumah ini ataupun mengusirmu dan ibumu dari sini!" Ujarnya.
Suzy hanya memajukan bibirnya dan kedua tangannya bergerak mengikuti bibir Taehyung tadi yang mengomel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let Go {VKookZy}
Fanfiction"aku bukan kakakmu!" Jungkook mendorong seorang gadis cantik di depannya itu. "tapi kita sudah terikat," Suzy terkeukeuh. "aku akan memutuskannya dengan segera!" -Taehyung. jika sebuah keluarga adalah sebuah kesalahan, lalu kenapa harus ada sebuah k...
