(N) : CERITA INI DALAM MODE REVISI , APABILA ADA TYPO MOHON DI MAAFKAN.
[COMPLETE] • PART MASIH LENGKAP •
Mewarisi gen papanya. Dingin, datar, cuek nan acuh, itulah kesehariannya. Sampai-sampai dia dijuluki 'Cold Prince' di sekolahnya. Akan tetapi d...
Arsal menoleh dan tersenyum manis pada Adeeva yang kini bisa memanggil Papa walaupun terputus-putus. Dengan gemas Arsal menggendongnya dan mencubit pelan hidungnya.
"Pa.. Pa.. Pa.." ucapnya sambil memegang pipi Arsal. Yang lagi membuat Arsal merasa hangat dan bahagia secara bersamaan.
"Kamu mau apa? Makan?" tanya Arsal mendudukkan kembali Adeeva ke roda bayi.
Dengan Lucu dan seolah tau apa yang di bicarakan Arsal, Adeeva dengan patuhnya mengangguk. Arsal yang melihat perkembangan anaknya tersenyum.
Arsal membuka kemasan biskuit regalitu. Ia mengambil satu biskuit, dan memotongnya ke bagian kecil. Adeeva dengan sigap langsung memakannya.
"Ma.. Ma.. Ma.." katanya melempar biskuit itu dan menggeliat tidak nyaman, bermaksud agar Arsal segera menggendongnya.
"Ma.. Ma.. Pa.." Adeeva kecil menangis membuat Arsal paham dan langsung menggendongnya.
Tangisan Adeeva reda, walaupun masih menyebutkan Mama dengan terputus. Arsal langsung berjalan menuju kamarnya.
"Cep! Cep! Ayo kita ke Mama," bujuk Arsal mengelus pelan rambutnya yang sudah tumbuh.
Arsal membuka pintu kamarnya sambil membuka lebar pintunya. Terlihat Nissa sedang senderan di kasurnya. Mendengar suara pintu terbuka membuat Nissa membuka matanya, di ambang pintu nampak Arsal sedang menggendong Adeeva yang sedang menangis.
"Ma.. Ma.. Ma.." tangisan Adeeva menjadi kencang saat melihat Nissa. Arsal berjalan menuju Nissa lalu menyerahkan Adeeva padanya.
"Kenapa sayang?" tanya Nissa lembut dan menghapus jejak air mata anaknya.
"Cep! Cep! Jangan nangis, ya." kata Nissa.
"Kayanya dia ngantuk," celetuk Arsal membuat Nissa mendongak.
Nissa mengangguk lalu menidurkan Adeeva di kasur. Lalu ia membuka kancing baju atasya dan segera memberinya Asi. Melihat itu, Adeeva langsung sigap menyusu.
Arsal beranjak, lalu merubah posisinya menjadi di samping Adeeva. Ia ikut tidur menyamping sambil melihat Adeeva yang begitu lahap menyusu Asi-nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lahap banget, sih?" ucap Arsal nampak fokus melihatnya. "Pasti sakit?" katanya lagi. Apalagi Adeeva sudah ada dua gigi yang akan tumbuh. Apa tidak sakit jika Adeeva menggigit itu?