Tak terasa sebentar lagi aku memasuki kelas 11 ya bagiku terasa cepat. Sama halnya pertemananku dengan bang Genta dan kak Mahendra yang hampir se- tahun lah. Walaupun bang Genta jarang menghubungiku karna terbatas tidak seperti kak Mahendra selalu menghubungi ku dan terkadang dia datang kewarung.
Sifat yang dimiliki kak Mahenrda itu sangat perhatian, diwaktu pesiarnya dia selalu mengajakku. Dulu kita selalu jalan bareng sama kak Agus tapi sekarang tidak karna kak Agus jalan dengan pacarnya. Tapi ada satu sisi terkadang membuatku risih berjalan dengan kak Mahendra ya kalau gak dilihatin atau gak diomongin.
Kak Mahendra selalu menceritakan semuanya, ya kurang lebih aku tau tentang dirinya dan wataknya yang sangat sabar. Tapi asal kalian tau tak kusangka kadang dia cemburu terhadapku rasa cemburu yang ia miliki kadang membuatku marah terpendam karna apa aku juga bukan siapa -siapa nya dia tapi dia terlalu berlebihan. Tapi aku selalu berfikir positif saja mungkin karan dia menganggapku sebagai adik jadi dia hanya ingin melindungi saja. Yah kedekatan ku sama kak Mahendra sudah banyak diketauhi semua orang dan bagi ku yang paling penting keluargaku susah mengetauhinya.
Aku menganggap kak Mahendra itu sosok kakak yang luar biasa. Ya anggap aja mengisi kekosongan seorang abang karana kalian tau abangku semua masih dinas di lebanon. Kak Mahendra juga tau tentang itu dia pun selalu berkata
" Tenang aja selama ada aku disini kamu bisa nganggep aku sebagai kakak".
Itulah yang membuatku nyaman disisinya. Dalam Drum Band Cendrawasih Kak Mahendra memegang alat musik bass. Setiap ada pertunjukkan selalu aku diminta untuk melihat aksinya.
Pagi ini aku hanya sekolah sampai jam 08.00 karna kakak kelas sedang melaksanakan Ujian Nasional jadi siswa kelas 10 dan 11 hanya diminta datang untuk membersihkan sekolah.
" Pagi pak bu" Sapaku.
" Pagi Zoya, aduh pagi sekali kamu yang ujian aja belum pada datang" Jawab pak Herman.
" Gak papa lah pak kan saya juga piket" jabku dengan senyum.
" Zoya kamu bawa kuenya kan" Tanya bu Ida.
" Bawa kok bu ini dia".
" Makasi ya besok juga bawa ya pokoknya selama ujian".
" Siap bu".
" Waduh tak kira kamu libur sekolah bisnisnya juga libur" goda pak Herman.
" Yah enggak lah pak" jawabku dengan malu-malu.
Pagi kota Semarang yang begitu dingin hanya aku dan keempat sahabatku yang baru datang. Kami pun langsung membersihkan semua kelas dan lorong. Sambil menyapu dll kami bernyanyi berasama- sama sampai suara kamilah yang mengisi kesunyian disekolah ini. Suasana sekolah sudah mulai ramai teman-taman yang lain sedang sibuk membersihkan halaman,kaca, dll. Beda hal dengan kakak kelas mereka pada sibuk dengan buku yang mereka baca. Tapi juga ada yang bercanda mungkin mereka sudah bosan atau lelah. Aduh kasian banget kakak kelas ya gumamku sambil tersenyum geli. Tak ku duga ada seseorang sudah melihatku dari tadi dan ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ku.
" Hai kak Panji". Sapa ku terlebih dahulu.
Memang semenjak kejadian konyol itu kak Panji tak pernah lagi menghampiri ku lagi dikelas, dan aku pun juga jarang ketemu dia lagi. Tapi dia hanya diam saja sikapnya memang sudah berubah kepadaku lebih dingin tak seperti sifat yang dulu ku kenal. Ya mungkin dia masih sakit hati karna cintanya aku tolak. Karna dia tak membalas aku pun langsung pamit untuk pulang. Tapi tanganku ditahan oleh kak panji.
" Zoya aku mau bicara sama kamu sebentar".
" Ya kak ada apa".
" Maaf soal yang kemarin, sebenarnya apa yang ku katakan harusnya aku berpikir panjang dulu".
" Udalah kak gak usah dibahas hal yang kemarin sekarang yang terpenting kakak fokus terhadap ujian kakak".
" Tapi aku gak enak dengan mu, sampai-sampai kamu menjadi topik pembicaraan sama anak-anak itu".
" Santai aja kak kan juga gak ada yang ngomongi aku lagi".
" Makasi ya kamu mau memaafkan ku aku janji akan selalu ingat semua perkataan mu waktu itu aku akan buat jadi motivasi, tapi apa kita bisa masih jadi teman?" Tanyanya dengan raut wajah yang tegang.
" Yah masih lah kak gak usah tegang banget mukanya, oh ya denger-denger kakak ikut tes kedinasan STAN ya?" Tanyaku.
" hehehe ya doain aja semoga lulus". Jawabnya sambil malu-malu.
" wah semoga lulus ya kak, yaudah kak masuk gih udah mau bel saya pulang dulu Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam makasi ya".
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Sempat Memiliki (SELESAI)
RomanceCerita tentang seorang gadis SMA kelas 1 yang bertemu oleh seorang calon perwira angkatan darat tingkat 2 lewat jejaring sosial. Maaf kan aku ya bang... aku bisa menganggapmu sebagai teman dan seorang kakak. Apakah mereka akan bersatu.... Genre :...
