Kejadian itu membuatku menjadi seperti ini. Keadaan ini tak pernah sekali ku bayangkan, keadaan ku saat ini hanya bisa melihat semuanya menjadi kabur. Aku melihat tanganku yang sudah mulai mengeluarkan darah,aku berusaha mengingat apa yang terjadi denganku tadi. Tapi tak sempat ku mengingatnya aku suadah memejamkan mataku lagi.
Ku buka mataku dengan perlahan, melihat sekeliling yang tak ku kenali. Ruangan yang begitu asing bagiku, tapi 3 laki-laki yang gagah yang tak kan pernah tak ku kenali. Aku masih terdiam, karna aku masih mencari jawaban tentang kejadian yang menimpaku.
" Dek gimana udah enakan" bang Farhan
" Ya dek gimana, ini kakak dek" bang Ibram.
" Kak aku dimana, kok aku disini bukannya tadi aku ada di halte".
" Dek tadi kamu keseresempet mobil, jadi dari 5jam yang lalu kamu pinsan dek" jelas kak Ibram.
" Kok aku bisa keserempet mobil" pikirku sambil mengingat kejadian tadi. Baru ku ingat tentang seseorang yang aku selamatkan dari kecelakaan tadi.
" Kak Tantri gak papa kan bang".
" Enggak kok dek dia baik-baik aja dia tapinya cuma shock aja lihat keadaan mu, kamu udah inget dek".
" Udah kok kak, kak aku haus".
Tak kusangka aku sudah pinsan selama 5 jam. Aku hanya melihat tanganku yang dibalut oleh perban, untungnya hanya lecet di kaki dan tangan tak ada luka yang serius. Aku pun sudah di perbolehkan pulang, sesampainya dirumah aku disambut oleh keluarga tercinta yang begitu cemas dengan keadaanku. Aku bilang kepada mereka ink hanya luka kecil, dan paling 2 minggu sembuh.
Tak kuasa aku melihat nenekku menangis dengan perkataan ku tadi, tapi mamakku menenangkan nenekku. Aku merasa bersalah hingga membuat nenekku cemas, tapi sebuah motor berhenti didepan rumah, ya itu adalah kak Tantri dengan Kak Mahendra. Dengan raut wajah yang begitu takut, mereka hanya melihat kebawah.
Aku berusaha membuat suasana untuk tidak memansa, ya karna apa disitu ada bang Ibram aku takut bang Ibram akan memarahi mereka berdua. Semua hanya menatapku dengan aneh karna aku terlihat seperti tak terjadi apa-apa. Jika masalah itu diketauhi Bang Ibram ya aku tau pasti kak Mahendra akan bonyok mukanya alias babak belur, ini aja baru satu oranh apalagi dua orang abangku lagi.
Aku memberikan kode kepada mereka berdua untuk tidak mengungkit masalah itu. Tapi lain dengan kak Mahendra...
" Maaf semuanya, kedatangan saya disini bermaksud ingin meminta maaf atas apa yang sudah terjadi pada Zoya" sambil menatap semua keluargaku.
" Emang kamu yang nabrak Zoya" tanya bang Ibram.
" Siap bukan, tapi..
Tak sempat kak Mahendra menjelaskan semuanya, datang kedua kak ku disini aku makin merasa takut, takut bukan untuk dimarahin oleh kakak ku tapi takut akan nasib kak Mahendra yang mungkin pulang dari rumahku akan bonyok mukanya. Bang Satria langsung memelukku dan menyakan tentang hal yang telah terjadi pada ku. Aku hanya bisa diam,karna ingin menyelamatkan kak Mahendra dan Kak Tantri.
" Maaf kalian ini siapa ya" tanya Bang Bagus.
" Siap ndan kami berdua temannya Zoya dan kami disini ingin meminta maaf".
" Aduh kak maaf untuk apa sih, santai aja kalau dari pihak Akpol gak bisa juga gak papa" jawabku dengan penuh rasa takut. Maafkan aku ya bang telah membohongi kalian semua.
" Zoya, maaf saya harus jujur tentang ini semua, temang saja tidak akan terjadi apa-apa. Jika memang itu terjadi saya siap memerima semua karna saya harus tetap bertamggung jawab akan kondisimu" jawab kak Mahendra sambil menatapku.
" Ini sebenarnya ada apa dek?, kamu jangan bohong kak tau kamu bohong gak mungkin kamu gelisah gitu" bang Satria sambil melepaskan pelukannya
Akhirnya aku menjelaskan tentang yang terjadi sampai aku harus berbohong tadi. Kak Mahendra pun juga menjelaskannya juga tapi amarah dari bang Bagus tak bisa lagi ditahan dan ia langsung mendorong kak Mahendra membuatku dan semua yang ada disana kaget. Aku menghentikan bang Bagus yang emosionalnya juga bisa memengaruhi bang Ibram dan Bang Satria. Disana hanya kak Tantri yang menangis aku tak tau ia mengisi tentang apa. Aku pun memberanikan diri untuk berbicara, aku mengatakan bahwa aku tidak menyukai kak Mahendra, karna bagiku kak Mahendra hanya aku anggap sebagai seorang teman, sahabat dan kakak. Dan diujung kata aku hanya mengucapkan
" Kak sekali lagi aku minta maaf tak bisa menerima permintaanmu itu, aku tegaskan sekali lagi aku hanya menganggap mu sebagaj seorang teman dan kakak saja tak ada yang lebih, tapi kak coba kakak lihat orang yang sedang ada disamping kakak dialah orang yang pantas untuk kakak karna apa dia yang begitu perhatian, dia yang begitu sabar menunggu kakak ketika menjalankan tugas dan satu lagi kak coba kakak belajar mencintai kak Tantri, coba kakak mengenal seseorang yang selalu menanti kakak".
Kesunyian akan perkataanku, yang mungkin menusuk dihati kak Mahendra. Ya aku tau dari matanya yang penuh dengan rasa kekecewaannya, tapi aku tak mau aku yang disalahkan karna kesalah pahaman itu. Aku tak mau ada rasa hati yang tersakiti. Tapi seiringnya waktu aku yakin kak Mahendra akan memahami perkataa ku itu semua.
" Jika itu keputusan mu dek,saya terima tapi jika ada kesempatan lagi apa saya boleh menyatakan cinta saya kepadamu dek" jawab kak Mahendra yang ia tak pikirkan bahwa disana ada kak Tantri.
" Boleh saja kak tapi jika itu takdir dari Allah jikalau kita berjodoh, tapi untuk saat ini tak ada sedikitpun dipikiran saya tentang hal itu. Karna saya bertekat sebelum saya berhasil mengejar cita-cita saya tak akan berpacaran atau menikah karna saya ingin membuat kedua orang tua dan keluarga saya bangga, mohon permaklumannya. Tapi kak saya mohon jangan pernah menutup hati kakak untuk orang lain karna saya, karna Allah tak suka orang seperti itu kak, jikalau kak Mahendra telah bersama orang lain itu tidak apa-apa karna apa mungkin kita tak berjodoh tapi hanya dijodohkan untuk menjadi teman".
Berbeda dengan kak Tantri,dia hanya memandang lantai dengan tatapan begitu kosong, tapi ia ingin berbicara tapi tak berani. Memang dari awal ia tak berani melihatku, tapj apa mungkin ia takut dengan ketiga abangku yang dari tadi memasang muka garangnya.
" Kak Tantri gak usah dipikirin, aku gak papa kok paling juga 2 minggu sembuh, tapi kakak gak ada luka kan" tanyaku.
" Gak ada dek, maafin kakak dek telah ceroboh sampai-samapai kamu yang jadi korban. Dan maaf ya dek telah membuatmu jadi begini".
" Ya, kak Tantri gak papa kok aku udah maafin. Tapi kak bener kok jujur aku tu gak suka sama Kak Mahendra, aku nganggep dia hanya sebagai teman aja kak".
" Enggak dek, kakak terlalu egois dan terlalu memaksakan apa yang tak mungkin bisa dipaksakan dek. Kakak telah dibutakan akan rasa cemburu hingga kamu yang jadi korbannya dek. Maafin kakak dek, tapi kakak juga berterima kasih karna adek telah nyelametin kakak pada waktu itu kalau mungkin gak ada adek kakak gak tau akan terjadi apa".
" Udah lah kak santai aja, itu semua berkat allah tandanya allah masih sayang sama kakak". Jawabku dengan tersenyum.
Keluarga ku pun berterima kasih pada mereka berdua yang telah membawaku kerumah sakit, dan juga telah memberikh pertolongan pertama. Mereka hanya diam, dan menatap masing-masing.
" Dek sebenarnya yang memberi pertolongan pertama tu bukan kakak, tapi ada seorang taruna gak tau dari matra mana, karna kakak baru aja datang dari ngejar kalian berdua, karna kamu udah ada di pinggi bersama orang itu dan warga lainnya jadi kakak menolong Tantri yang juga terjatuh dan masih keadaan Schok".
" Terus kakak tau siapa dia?" Tanyaku.
" Enggak dek, pas kamu dibawa pakai mobil dia hanya bilang suruh bawa cepat keeumah sakit, pas kakak balik lagi ketempat kejadian dia udah gak ada dek".
Aku tediam sambil memikirkan orang yang telah memberikan pertolongan pertama padaku. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 tapi aku masih bingung dan semapat membuka laptop untuk mencari orang itu. Tapi begitu bodoh aku, jelas-jelas kak Mahendra aja gak tau orangnya apalagi aku. Aku hanya bisa berdoa untuk dipertemukan dengan nya karna aku ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.
Selasa pagi ini begitu cerah, ya kemarin aku tidak masuk karna aku diusir sama pak kepala sekolah disuruh istirahat. Baru kali ini aku diusir... tapi diusir karan beliau perhatian kepadaku ya. Banyak semua murid melihatku karna sudah masuk sekolah. Ada yang menyapaku sambil mengingatkan ku agar berhati-hati diusir kembali. Ada yang bertanya keadaanku. Ya begitu peehatiannya mereka semua.
Kabar kejadian itu juga sudah diketauhi semuanya, dari awal kejadian sampai kecelakaan itu terjadi. Alhamdulillahnya mereka tidak menuduh ku yang enggak-enggakbmalah mereka semua menghiburku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Sempat Memiliki (SELESAI)
RomanceCerita tentang seorang gadis SMA kelas 1 yang bertemu oleh seorang calon perwira angkatan darat tingkat 2 lewat jejaring sosial. Maaf kan aku ya bang... aku bisa menganggapmu sebagai teman dan seorang kakak. Apakah mereka akan bersatu.... Genre :...
