Setelah turun dari bus, aku dan Kak Mahendra tak ada pembicaraan. Ia hanya menatapku begitu tak rela rasanya ku pergi.
" Kak kenapa sih, terus gimana ni kan saya harus pulang?" Tanyaku dengan marah.
" Dek aku mau tanya kenapa kamu pergi sepagi ini, kamu marah ya soal yang kemarin malam? " tanyanya.
Tak berkata apa- apa untuk menjawabnya. Ya jujur aku sedikit kecewa oleh sikap dan perilakunya kepada kak Tantri, tapi mau gimana lagi sudah tak ada gunanya lagi.
" Dek kamu kok diam, kamu marah ya".
Panas dikepalaku tak tertahan lagi, semua kesalku kepada kak Mahendra akhirnya kuluapkan, tak berpikir panjang akhirnya aku mengeluarkan semua kemarahku. Kak Mahendra hanya diam, termenung oleh semua perkataan ku.
Asal kalian tau baru kali ini aku marah dengan orang lain, ya aku tau bahwa kak Mahendra menyukaiku tapi aku tak suka ia memilih untuk menghindar dari kak Tantri, mungkin ini saat nya aku harus memberikan keputusa ku. Aku tak mau lagi terlibat oleh permasalahan percintaan mereka cukup waktu itu saja, cukup kejadian itu saja sebagai awal dan terakhir untuk masa aneh ku.
Mungkin keputusan ini akan menyakitkan salah satu sisi tapi inilah keputusan ku demi yang terbaik bagiku dan mereka.
" Kak aku mau tanya kenapa kakak suka sama saya" tanyaku sambil menatapnya.
" Bagiku kamu itu berbeda dengan yang lain"
" Asal kakak tau di dunia ini tak ada yang sama, ya mungkin dimata kakak berbeda tapi kak aku bukanlah wanita yang mengerti arti dari kata cinta. Kak jujur aku menganggap kakak hanya sebagai seorang kakak dan sahabat tak lebih, sebernarnya kakak coba buka hati kakak untuk orang yang setia menunggu kakak walapun ujungnya tak seperti ia harapkan. Kak aku ini hanya anak SMA yang tak pantas untuk seorang perwira seperti kakak, bukan apa bagiku menjadi seorang pendamping dari abdi negara itu bukanlah hal yang mudah tapi ia harus siap dengan apapun sedangkan aku antara cinta dan kasih sayang aja masih bingung" dengan nada bicara yang tinggi.
Kak Mahendra hanya menatapku, aku tau kekecewaan dimatanya begitu terlihat jelas tapi ini memang aku yang apa adanya. Aku memang anak yang tomboy sampai-sampai temanku pada bilang aku tak mengerti apa - apa tentang cinta. Jika ditanya tentang cinta pasti aku jawab cintaku hanya pada tuhan dan keluargaku. Itulah aku dalam hidupku baru kali ini aku melihat tentang sisi cinta yang berbeda.
Apa itu wajar bagi ku dengan umur semuda ini? Apa orang lain seumurku juga mengalaminya? Entah apa yang harus ku katakan lagi. Aku hanya ingin kehidupanku yang lama.
" Kak jika tuhan menghendaki kita bersatu pasti ada jalan titik terangnya untuk kita berdua, mungkin kali ini tuhan hanya ingin aku menjadi adik kakak tapi entah esok kak. Maaf kak saya harus menolak kak terima kasih atas semuanya aku yakin kakak mengerti dengan semua ini kak perjalanan kita berdua masih panjang dan banyak sekali cita-cita kita yang harus kita jalani" jawabku dengan penuh kesedihan.
" Dek maaf kakak ya yang terlalu memaksa kehendak, benar katamu kakak sebenarnya harus fokus ke masa depan kakak emang mungkin ini sudah jalannya dek mungkin Allah mempertemukan kita hanya untuk sebagai seorang kakak dan adik tak lebih tapi dek apa kamu memaafkan saya atas kecerobohan ku dek?" Penuh dengan penyesalan.
" Kak Allah aja maha pemaaf apalagi aku yang hambanya yang kecil ini. Semua manusia pasti punya kesalaahan dan sebagai sesama manusia juga harus memaafkan, walaupun aku sempat kecewa dengan kakak tapi itu biarkan berlalu aku masih menganggap kakak sebagai kakak ku".
" Terima kasih dek, aku akan berusaha belajar menjadi lebih baik".
Rasa hati yang tadinya panas kini mulai tenang, yah walaupun tadi sempat ada drama tapi aku merasa lebih baik. Bus kedua pun akhirnya datang aku pun berangkat sekitar jam 10.00 WIB.
Aku bersyukur masalah ini memang belum selesai karna kak Mahendra belum bertemu dengan Kak Tantri untuk meminta maaf setidaknya kini tak terlalu buruk.
Setibanya di kota Semarang aku pun dijemput oleh kak Satria di terminal, perjalanan sebenarnya tak terlalu jauh karna tadi ada macet jadi agak terlambat.
Aku pun tak langsung pulang kata bang satria ia harus ke bataliyon karna ada pertemuan mendadak. Sesampainya di Bataliyon aku dititipkan di kanti, emang abang ku ini agak aneh setiap aku jalan sama dia kalau dia ada hal yang mendadak pasti di titipin di kantin Bataliyon.
Banyak sekali para prajurit ya kelihatannya sih masih bujang karna rata-rata pada tinggal di barak seperti abangku. Sambil meminum jus kesukaan ku aku hanya fokus pada jus saja tak melihat sekitarnya.
Ya asal kalian tau disini tak ada wanita semua laki-laki hanya aku dan pemilik warung jus yang aku beli. Ternyata tak hanya para tentara yang bertugas di Bataliyon ini tapi juga ada beberapa taruna Akmil yang mungkin lagi menjalankan tugas.
Meraka semua melihatku yang duduk sendiri di bangku panjang, salah seorang diantara mereka pun menghampiriku.
" Eh kamu kita penah ketemu ya" sapanya yang begitu sok akrab. Tak ku jawab hanya sebuah senyuman saja yang aku lontarkan.
" Ya kan, masak gak kenal aku" tanyanya dengan paksa. Salah satu rekan kerja orang itu menggojlokin orang itu " mulai lagi lah kau ni, tak ada habis-habisnya kau godain cewek".
Aku hanya tertawa dalam hatiku melihat percakapan mereka yang begitu kocak.
" Biarin aja lah, iri lah kau dengan aku ya namanya aja lagi usaha" sambil mengangkat alisnya dihadapanku.
Emang kelihatan sekali para jomblo didepanku ini, aku pun tak begitu meresponnya biasa aku mah orangnya emang cuek, sok cool gitu.
" Kalau boleh tau siapa namanya, kalau aku lettu. Anggi kerenkan namaku".
" Katanya pernah ketemu kok masih kenalan" jawabku dengan mengangkat satu alis dihadapannya.
" Matilah kau baru rasa katanya kenal " ejek salah satu temannya yang tadi. Yang aku denger sih nama temannya Agung.
" Awas kau ya gung, kampret loh. Eh gak gitu kan biar lebih kenal aja" jawabnya dengan malu.
" Kalau mau kenal tunggu dulu".
" Kok pakai nunggu sih, ya udah gini aja ada nomer hp ada ?"
" Maaf gak hapal, nanti aja tak kasi"jawabku dalam hati ku tunggu aja ya bodyguard ku datang.
Tak lama menunggu abang ku pun datang tampak, para prajurit lain memberikan hormat padanya, kecuali orang didepanku ini karna ia tak sadar bahwa abangku ada di belakangnya.
" Kok lama ya emang hp mu diaman sih, terus kamu sama siapa kesini jarang loh ada cewek cantik kesini" godanya yang tak tau abangku telah dibelakanyan. Semua para prajurit hanya menertawainya dengan pelan ya mereka semua mau lihat reaksi wajah dari lettu. Anggi.
Tak ada jawaban dariku hanya saja abangku menepuk punggunya, dia hanya bilang jangan di ganggu lagi asik katanya. Akhirnya abangku duduk di sebelahnya betapa terkejutnya dia hingga hormatpun salah tak kuat ku menah tertawa semua yang ada disana menertawainyan.
" izin komandan maaf salah"jawabnya dengan ekspresi begitu kaget dan kecemasan.
" Hormat pun salah ku suruh lari mau kau, terus ngapain kamau disini gi bukannya latihan malah godain adik saya mau saya gantung kamu di tiang".
" Siap salah dan, izin melapor dan semua sudah selesai latihan".
" Nah terus ngapain goda adik saya" dengan wajahnya begitu keras.
" Izin dan habis beli minum terus saya ngelihat mbaknya disini jadi saya smaperin, saya gak tau kalau mbaknya adik dari komandan" jawabnya.
" Udah kenal kamu, kalau belum kenal namanya Zoya Faruqqi dia masih kelas 2 SMA dan itu mukamu gak usah tegang kayak mau dihukum saja".
" Yang benar dan masih SMA, saya kira udah kuliah"
" Emang kelihatan tua ya kak muka saya?" Tanyaku dengan polos membuat semuanya tertawa.
Ya kejadian itu begitu lucu bagiku sumpah baru kali ini aku menglihat abangku jahilin anak buahnya. Ternyata abangku ini ditakutin di Bataliyon ini pada hal dia baru beberpa bulan tugas disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Sempat Memiliki (SELESAI)
RomanceCerita tentang seorang gadis SMA kelas 1 yang bertemu oleh seorang calon perwira angkatan darat tingkat 2 lewat jejaring sosial. Maaf kan aku ya bang... aku bisa menganggapmu sebagai teman dan seorang kakak. Apakah mereka akan bersatu.... Genre :...
