Tak terasa sudah 2 minggu libur sekolah hari ini pertama kami masuk sekolah dengan beda semester ya sekarang sudah semeater 2 juga beda pula juga tentang aku dan dia. Terakhir kali pada saat pertama mengenal dia dan terakhir juga aku chat tan dengan nya. Aku tak memikirkan nya terlalu jauh karna aku ingin fokus dengan sekolah ku
" Pagi Zoya". Sapa dari kak panji.
" Pagi juga kak, apa kabar lama ya gak ketemu pasti kakak sibuk pergi liburan sampai jarang aku lihat ke warung mamak ku". Tanya ku sambil menggodanya.
" Hahahaha iya ya, semenjak liburan jarang main dan makan di sana soalnya saya liburan ke bandung sambil jalan-jalan pilih kampus gitu".
" Wah kakak mau lanjut di bandung ya, wah hebat banget kak ngabil univ apa kak".
" Belum tau sih mau ambil univ apa tapi aku tertarik sama IPB dan ITB. Tapi aku sedih tau..".
" Pokoknya kakak harus semangat aku yakin kakak pasti bisa, tapi kok kakak sedih sih". Tanya ku dengan nada bingung.
" Gimana gak sedih, ya jadi jauh dari kamu kemarin aja liburan aku rindu tau". Jawabnya.
" Ya ampun kak geli dan lebay banget kakak ni masak cowok rinduan gitu sih, dan satu lagi kakak kok kakak rindu sama aku sih emang aku siapa kakak". Jawabku dengan kesal.
" Em...em...em gimana ya ngomongnya". Jawabnya yang terbata-bata membuatku ingin memukul mukanya. Ok sifat ku tu ya agak kecowoan jadi kalau ada cowok yang kalau lagi berbicara dia gak tegas bagi ku dia bukan cowok dan biasanya aku langsung bentak tapi karna aku menghormati kak panji jadi ya aku tahan.
Ke adaan sekolah sudah mulai ramai, dan semua siswa tanpa diberi pengumuman sudah melihat ku dan kak panji dengan tatapan tajam.
" Ok gue mau jujur ya sama lo, gue suka sama lo". Kata itu diucapkan oleh kak panji didepan ku dan sahabat ku( ya taulah yg 4 orang ku cintai dan sayangin).
Setelah mendengar perkataan dari kak panji aku hanya tertawa dan akhirnya
" Kak lucu banget sih kepentok apa kamu kak, asal kakak tau saya ini masih kelas 10 dan kakak bentar lagi mau kuliah mending kakak tu mikirin mau ambil univ apa dan jurusan apa. Kak aku tegaskan ya aku tidak mau pacaran karna apa kakak tu ya pilih univ aja masih bingung tapi masalah gini malah kakak tu nomer satu aku gak mau kak, kak tidak memikirkan masa depan tapi hanya memikirkan seorang wanita saja". Jawabku membuat kak panji dan satu sekolah diam.
" Kak mungkin kakak akan membenci saya habis kejadian ini tapi kak saya ingin melihat kakak berhasil dulu baru kakak bisa datang lagi ke saya. Jadi kak bahagiain dulu orang tua kakak yang sedang menunggu kakak sukses, jika kakak sukses kan ortu kakak pasti bangga. Jika memang kak kita diciptakan bersatu pasti allah akan mempertemukan kita lagi. Dan sekali lagi saya minta maaf bahwa saya hanya menganggap kakak sebagai kakak, teman dan sahabat. Semoga kakak mengerti apa yang ucapkan, semoga sukses ya kak. Permisi saya duluan". Jawabku dengan tegas.
Satu sekolah menjadi ramai bagaimana tidak seorang mantan ketos, berbadan tinggi,tampan yang cakep, membuat para wanita yang ada di sekolah selalu memimpikan ingin bersamanya harus terpukul dengan pekataan seorang wanita yang dikenal akan ke tomboy an nya menolak mentah-mentah.
" Gila lu ya, nolak kak Panji". Celetuk bang zaki.
" Mah masak aku mau bohong bang, kan aku gak ada perasaan apa-apa sama dia, kak panji aja yang ke baperan". Oceh ku. Sebenarnya sahabatku pasti sudah tau jawabannya.
" Ya, tapi jangan juga gitu napa kasian tau ditolak di depan anak-anak lainnya". Oceh bang Ilham.
" Lah emang kenapa kalau dia berani nyatain cinta sama aku di depan anak-anak lainnya kenapa dia harus takut aku tolak di depan mereka semua kan udah resiko bang kalau sama aku". Jawabku yang agak kesal dengan tingkah bang Ilham dan bang Zaki membela kak Panji.
" Udah ah, jangan di bahas lagi apa yang dikatakan Zoya benar, sebenarnya kak Panji tu mikirin tentang masa depannya buka mikirin masa depan yang belum pasti". Jawab bang Fahmi yang membelaku.
" Betul juga tu ngapain diributin, juga aku di posisi Zoya pasti aku bertindak kayak Zoya". Jawab ketus kak Dinda.
" Alhamdulillah ada yang mengerti aku ya allah,terima kasih". Jawabku.
"Ok deh aku minta maaf ya Zoya". Ucapan bag Ilham dan Bang zaki.
" Gak apa-apa kok bang gue maafin kok yaudah yuk keruang osis tadi kita dipanggil sama pembina ada rapat dadakan soalnya". Jawanku.
Setibanya di ruang osis yang sudah dipenuhi anggota lainnya mereka semua menatap ku dengan sinis ya meraka itu semua kaum wanita yang ngefans berat sama kak Panji. Sebenarnya aku masih bingung kenapa kita semua di panggil untuk mengadakan rapat osis dadakan. Setelah semua berkumpul saya membuka acara dan sebelum di mulai saya menyampaikan beberapa atau lebih tepatnya mengklarifikasi kejadian tentang kejadian tadi pagi. Alhamdulillahnya semua anggota dan pembina percaya kepadaku.
" Baik saya selaku pembina ingin memberikan beberapa informasi tentang perubahan struktur osis yang baru". Ucap Pak Hasan pembina osis kami.
" Maaf pak kalau boleh tau tentang apa ya, saya pribadi selaku anggota inti tidak mengetauhi". Tanyaku.
" Yah jadi begini ketua dan wakil ketua osis kalian akan pindah sekolah karena mereka berdua harus ikut bersama orang tuanya yang pindah tugas. Mungkin dari kalian tahu bahwa merwka berdua anak tentara dan anak polisi jadi bagai manapun mereka harus pindah". Jawab pak Hasan
" Terus gimana nih pak kalau kayak gini jadi gak punya pemimpin". Tanya salah seorang anggota.
" Ya sebelum mereka pindah mereka sempat memberi saya pendapat tentang orang yang akan mengisi kekosongan mereka. Mereka telah menilai dan melihat langsung kerja mereka yang sangat rapi dan bagus, setelah saya pertimbangkan dan saya juga memilih dari segi kepribadiannya dan keseharian di lingkungan sekolah ini jadi saya putuskan bahwa yang akan menjabat sementara selama satu semester ini..."
" Ya allah semoga aku ya". Salah satu siswa berdoa dengan kencang.
" Ya yang akan menjabat sebagai ketua itu Ilham dan wakilnya Zoya". Kata pak Hasan.
Semua ruangan menjadi kaget tidak hanya mereka aku dan bang Ilham pun kaget karena merasa tidak yakin dan akhirnya kami pun buka suara
" Maaf pak saya gak bisa menerima tugas ini, saya tidak yakin pak". Jawab bang Ilham yangaaih bingung dwngan pernyataan dari pak Hasan.
" Ya pak apa gak salah kami berdua yang menggantika kak Rendy dan kak Zaidan".
" Zoya dan Ilham saya tanya sama kalian berdua apa kalian ragu dengan saya dan Rendy seta Zidan?" Tanya pak Hasan.
" Siap tidak pak". Jawab kami berdua.
" kalau begitu berarti kalian siap untuk menjabat tanggung jawab yang baru". Tegas pak Hasan.
Tak lama kumudian anggota lain mengangkat suara mereka. Sebenarnya perasaan ku sudah tak enak sebab apa kebanyakan kakak kelas yang ingin menyampaikan pendapatnya. Ya aku filling aja pasti mereka bakal bilang gak mau dipimpin sama anak kelas 10.
" Izin pak berbicara, bagi saya mereka berdua cocok untuk memimpin osis kedepannya bagi saya pribadi walaupun mereka lebih muda dari saya tapi modal kepemimpinan mereka sudah ada pak jadi saya gak ragu jika bapak memilih mereka berdua". Jawaban dari kak Natha.
" Ya pak, saya mewakilkan osis kelas 11 setuju pak". Jawab dari kak sisil.
" Nah bagaimana sekarang keputusan kalian berdua apa masih ragu". Tanya pak Hasan.
" Baik pak dengan ucapan bismillah kami akan terima jabatan baru ini pak dan tolong bimbing kami kedepannya pak". Jawab bang Ilham.
" Ya pak kami siap dan untuk teman-teman terima kasih atas kepercayaannya dan saya mohon kalian bisa berkerja sama dengan baik". Ucapku.
Ya sesuai dengan rapat kemarin aku dan bang Ilham akan menjabat dengan tanggung jawab yang baru dan lebih berat. Tapi kami akan terus berusaha sebaik mungkin untuk sekolah kami.
ASSALAMUALAIKUM ....
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Sempat Memiliki (SELESAI)
Roman d'amourCerita tentang seorang gadis SMA kelas 1 yang bertemu oleh seorang calon perwira angkatan darat tingkat 2 lewat jejaring sosial. Maaf kan aku ya bang... aku bisa menganggapmu sebagai teman dan seorang kakak. Apakah mereka akan bersatu.... Genre :...
