Seleksi yang begitu ketat, dari tingkat daerah hingga sekarang sudah ditingkat pusat. Masih tak menyangka aku lulus seleksi dan besok akan menjalankan pendidikan di sekolah prajurit perwira karir.
Syukur alhamdulillah engkau memberiku kepercayaan tak hanya mengabdi lewat dokter tapi engkau menambahkan lagi menjadi tentara.
Keputusan yang cukup besar waktu itu, tak ada pengorbanan yang sia-sia. Lamaran di rumah sakit sudah ke terima serta beasiswaku pun sudah kembali, tapi demi cita-cita yang selalu aku impikan, mengambil keputusan untuk tak mengambil semua itu melainkan mempersiapkan diri menuju seleksi dan kini aku menikmati hasilnya walau ini baru awal.
Namanya pendidikan tentara pastilah berbeda dari pendidikan ketika waktu kuliah. Ada rasa lelah, letih, capek, bosan itu hal yang wajar tak mungkin tidak ada tapi, aku selalu mengingat bahwa perjuanganku hingga ada di titik ini membutuhkan waktu dan pengorbanan yang panjang serta tak mudah, kesempatan ini tak akan aku menyia-nyiakan semuanya.
Tak mau membuat abangku dan Om Purnawan kecewa karna meraka aku mendapatkan restu dari bunda.
3 bulan awal tak ada alat komunikasi itu tak membuatku risau, hingga sekarang yang tinggal hitungan hari menuju pelantikan masih tak menggunakan alat komunikasi.
Awal masuk, semua media sosial sudah aku hapus ini aku lakukan agar lebih fokus dalam menenpuh pendidikan.
Kini, di lantik oleh bapak Kasad serta mendapat kesempatan berfoto dan berjabat tangan dengan beliau. Tak menyangka cita-cita ku terwujud.
Mendapat nilai akademik dan non-akademik terbaik serta mendapatkan penghargaan membuatku bersyukur atas semua ya Allah telah berikan kepadaku.
" Assalamualaikum bang Satria makasi atas doa dan dukungan abang. Jaga kesehatan selalu disana ".
" Siap dek maaf abang tak hadir di pelantikanmu. Semoga dengan pangkat Letda kamu selalu ingat akan tugas yang baru ini, abang bangga sama kamu dek ".
" Siap Komandan ku ".
Terlihat bunda sangat bangga melihat penghargaan yang ada di leherku. Ini juga merupakan kado yang aku berikan di hari ulang tahun bunda.
" Selamat ulang tahun bunda, ini hadiahnya bunda " sambil menunjukkan ijazah serta kalung penghargaan.
" Terima kasih kak, ini kado terindah buat bunda. Semoga berkah dan menjadi abdi negara yang selalu memjunjung tinggi negara ini ".
Akmil, tempat mengambil sumpah Bang Satria, Bang Ibram, Bang Fahmi, dan diriku serta laki-laki yang pernah ada dalam hidupku bang Genta.
Dipundak kini ada pangkat baru yang harus ku emban, semoga pengabdian untuk ibu pertiwi ini menjadi berkah dalam kehidupan yang baru.
Assalamualaikum...
Tetap semangat semuanya, semoga apapun cita-cita yang belum tercapai segera tercapai 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak Sempat Memiliki (SELESAI)
RomanceCerita tentang seorang gadis SMA kelas 1 yang bertemu oleh seorang calon perwira angkatan darat tingkat 2 lewat jejaring sosial. Maaf kan aku ya bang... aku bisa menganggapmu sebagai teman dan seorang kakak. Apakah mereka akan bersatu.... Genre :...
