Rasa Penasaran Gabriel part 1

2.2K 96 0
                                        

Kini SISA telah sampai di gedung SHADOW SPY dengan motornya yang terparkir rapih diparkiran. SISA pun tak ingin membuang buang waktu lagi, merekapun langsung menuju ruangan Uncle Day. Ketika mereka sampai didepan ruangan Uncle Day.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" Ucap Uncle Day
"Selamat Sore Uncle" Ucap Shilla memasuki ruangan Uncle Day diikuti SIA
"Selamat sore Sivia, Ify, Agni, Shilla, ada apa kalian ke sini ? Apa kalian sudah mengetahui siapa anak anak itu ?" Tanya Uncle Day yang kini tengah menatap SISA yang duduk disofa
"Ya Uncle, kami sudah mengetahuinya" Ucap Ify
"Siapa mereka ?" Tanya Uncle
"Mereka adalah teman sekelas kami" Ucap Agni
"Dan mereka adalah cowok" Ucap Shilla
"Cowok aneh" Ucap Via
"Memang siapa saja mereka ?" Tanya Uncle Day
"Uncle sudah tau bukan siapa kami ? Dan kami sudah mencari sisa dari empat anak tersebut. Yang pertama adalah Mario Stevano Aditya Haling anak dari HALING CORP, yang kedua adalah Gabriel Stevent Damanik anak dari DAMANIK CORP, yang ketiga adalah Alvin Jonathan Sindhunata anak dari NATA CORP dan yang terakhir Cakka Kawekas Nuraga anak dari NURAGA CORP" Jelas Ify
"Lalu apa yang harus kita lalukan sekarang Uncle ?" Tanya Via
"Apa ada misi lain setelah ini ?" Tanya Shilla
"Kalian hanya perlu mengawasi mereka berempat, jangan sampai kalian ketahuan. Uncle rasa, keempat anak tersebut belum mengetahui bahaya yang kini tengah mengintai mereka. Untuk berjaga jaga, Uncle mau kalian mengawasi mereka. Uncle juga ingin kalian selalu memberi tahu Uncle apabila musuh sudah mulai bergerak" Ucap Uncle Day
"Baik Uncle" Ucap SISA
"Baiklah Uncle rasa cukup ini saja, Uncle tau kalian pasti ingin pergi bersenang senang bukan" Ucap Uncle Day sambil tersenyum
"Uncle tau dari mana ?" Tanya Agni heran
"Kalian tidak biasanya menggunakan jaket kulit seperti ini kan ? Apalagi kalian membawa motor bukan ?" Tanya Uncle yang mungkin lebih tepat pada pernyataan
"Hehehe Uncle tau saja" Ucap Shilla
"Kalau begitu kita pamit Uncle" Ucap Ify lalu keluar dari ruangan Uncle Day diikuti SSA

******************************

Setelah keluar dari markas, SISA pun menuju tempat balapan. Sesampainya disana mereka tidak melepas helm dan jaket mereka. Namun tak beberapa lama setelah mereka datang, ada beberapa motor yang berhenti diarea balapan tersebut membuat SISA mau tak mau harus melihatnya.
"Hai guys" Sapa pemuda itu setelah melepaskan helmnya
"Hai Yo, mau ikut balapan ?" Tanya seorang gadis cantik dengan kulit putih
"Iya Rel, kalau gak mau ikut balapan ngapain kita disini" Ucap pemuda berwajah cute
"Eh ada Cakka,Gabriel sama Alvin" Ucap Ourel gadis yang tadi dipanggil Rel
"Iya dong, masa Rio ke sini sendirian sih" Ucap Gabriel sambil tersenyum
"Ngomong ngomong mereka siapa Rel ?" Tanya Cakka yang kini tengah menatap SISA yang kini duduk tak jauh dari mereka
"Mereka orang baru disini, tapi kemampuan mereka dalam balapan gak bisa diremehin Cakk" Ucap Ourel
"Betul tuh kata Ourel, mereka tuh sering menang kalau balapan disini" Ucap seorang gadis dengan kulit hitam manis yang tiba tiba muncul
"Yang benar Cah ?" Tanya Alvin
"Bener, kalau lo gak percaya mending lo tanya aja sama Iyan dan Irsyad" Ucap Cahya
"Gue jadi penasaran sama mereka" Ucap Rio
"Tapi kenapa mereka gak mau lepas helm mereka ?" Tanya Cakka
"Gue juga gak tau, dari awal mereka disini juga udah gitu. Mereka itu misterius" Ucap Ourel
"Gue tertarik" Ucap Rio lalu menghampiri SISA
"Ekhm.." Deham Rio. SISA pun menoleh pada Rio
"Gue mau nantangin salah satu dari lo untuk balapan sama gue. Sekarang juga gue tunggu disirkuit" Ucap Rio lalu menuju motornya
"Gue yang bakal ladenin dia" Ucap Ify lalu menuju motornya
"Wih... Rio berani banget nantangin mereka" Ucap Iyan
"Bakal seru nih" Ucap Irsyad
"Kalian sudah siap ?" Tanya Ourel yang kini sudah berada ditengah tengah sirkuit dengan bendera. Rio dan Ify pun mengangguk
"1..2..3.." Ourel pun melepaskan bendera yang ia pegang. Rio dan Ify pun segera tancap gas dan mencoba untuk saling mendahului untuk mencapai garis finis
Tak beberapa kemudian Ify pun mencapai garis finish terlebih dahulu.
"Ck.. lo kalah dari dia Rio" Ucap Alvin dihadapan Rio yang baru saja tiba
"Gue tau" Ucap Rio kesal
"Tuh orang hebat juga ya bisa ngalahin lo Yo" Ucap Gabriel sambil melihat Ify yang masih duduk dimotornya
"Bener tuh kata Iel, baru kali ini lo kalah yo. Mana sama orang baru yang misterius lagi" Ucap Cakka
"Tapi plat nomer dia bagus juga ya" Ucap Iel yang tidak dihiraukan oleh teman temannya
"Semoga next time lo bisa menang dari dia Yo" Ucap Alvin sambil menepuk pundak Rio
"Liat aja nanti" Ucap Rio dengan nada kesal
"Guys cabut" Ucap Ify kepada ketiga sahabatnya lalu mereka berempat pun meninggalkan tempat balapan
"Mereka itu sebenarnya siapa sih ?" Ucap Gabriel pelan

******************************

Kini SISA berada diapartemen Ify setelah pulang dari balapan. SISA pun duduk diruang tamu Ify.
"Gue gak nyangka kalau mereka juga suka ikut balapan" Ucap Via
"Iya gue juga gak nyangka, untunglah tadi kita gak ngelepas helm kita jadi mereka gak bakal tau siapa kita" Ucap Shilla senang
"Gue gak nyangka lo bisa mengalahkan Rio dengan mudahnya Fy" Ucap Agni kagum
"Lo semua taukan kalau gue itu gak suka kalah" Ucap Ify dengan senyum remeh
"Iya deh iya" Ucap Agni
"Oh ya Fy, besok kita kasih hukuman apa ke mereka ?" Tanya Shilla tiba tiba
"Gue ingin kita sedikit bermain main dengan mereka lewat hukuman ini" Ucap Ify dengan senyum misterius
"Maksud lo ?" Tanya Via tidak mengerti
"Besok kita kasih mereka hukuman jadi babu kita selama seminggu dan selama seminggu itu kita bebas ngerjain mereka. Kalian juga boleh ko memilih babu kalian masing masing" Ucap Ify
"Asik... nemu mainan baru nih gue" Ucap Agni senang
"Gue mau ngerjain balik cowok yang namanya Gabriel itu, so kalian jangan pilih dia" Ucap Shilla pada teman temannya
"Gue bakal ngebales ucapan cowok yang bernama Alvin waktu itu" Ucap Via dengan senyum remeh
"Gue mau Rio" Ucap Ify dengan senyum sinis
"Yah.. gue kebagian cowok aneh bin gila itu dong ?" Ucap Agni
"Udahlah Ag, lo terima aja kan lumayan buat mainan lo" Ucap Via
"Bener juga sih" Ucap Agni tersenyum senang
"Oh ya Fy, malam ini gue nginep di apartemen lo ya. Gue udah mager nih buat pulang" Ucap Via
"Gue juga Fy" Ucap Shilla
"Boleh ko" Ucap Ify
"Terus kendaraan kalian gimana ? Gak mungkin dong besok kita berangkat pakai motor" Ucap Agni
"Gue bisa telfon orang rumah buat bawain mobil gue besok" Ucap Via
"Gue juga" Ucap Shilla
"Kalau gitu gue juga ikutan deh" Ucap Agni

UNEXPECTEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang